Pussycat’s Blackman Island
Cerita Dewasa · 18+
Leah Dizon, Cute Slave
Attention please & Disclaimer
- Cerita ini hanyalah fiksi belaka
- Intinya sich mencoba meracik, antara garam, gula, bawang putih, dan ½ sendok makan cuka, daging ikan tenggiri (Hmmm ? koq kaya resep masak ) & dikit actionnya John Rambo….
- Bisa dibilang cerita ini sangat nggak masuk diakal (pisan & banget ^^), jadi jangan dipikirin terlalu keras yak, ya sejenis parodi yang bisa dibilang Scary Movie nya Ngocoks lah kira-kira.
- Mungkin juga bakalan ada artis luar mau pun lokal yang ikut keculik.
- Say no to rape & drug’s & crime in the real world !!! & tindakan – tindakan anarkis lainnya.

Cerita Sex Pussycat’s Blackman Island – Sebuah kapal terombang-ambing diamuk badai dasyat ditengah lautan, banyak gadis-gadis muda didalam kapal besar itu dalam keadaan terbius tidak sadarkan diri, sebuah kelompok organisasi penjualan wanita-wanita cantik dari Jepang dan China Mainland (pinjem vocabularynya Bos Shu), Western Country, dll,dsb, sedang menuju markasnya,
“Dhuarrrr….!! Dhuarrrrr….!!! ” kilat menyambar bersahutan, sang nahkoda terlihat panik, Byurrrr… Byurrrrrr, Byurrrr Byurrrr suara ombak mengamuk membentur badan kapal.
Di belakang kapal besar itu tampak seorang wanita tengah berenang, berjuang mengejar kapal sambil berteriak keras
“Woiii, Gua juga ikutan diculik donggggg!!! terus digangbang!!! ” Omas berusaha mati-matian mengejar kapal besar itu.
“Hahhhh ?? what is that ?? ”
“Dammmm, that thing is alive…!!”
“Runnnnn….!! Hurrryyyyyyy……!!”
Sang nahkoda langsung tancap ke gigi empat, trus “Brrrmmm… Brrmmmm” , Whussssshhhhhh!!!, kapal besar itu langsung mengangkat roknya keatas dan melarikan diri, ternyata lumayan hebat juga jurus meringankan tubuh kapal besar itu.
“Yahhh…!! dasar monyet luh semua!!! Gua ditinggal!! Coba kalo yang ngejarnya Asmirandah, Sandra Dewi ama Nikita Willy pasti ditungguin, ya udahlah !!! balik ke Indonesia aja!!!, Coba mana petanya…!!” Omas membuka peta kemudian menginjakkan kakinya ke Indonesia, nyampe deh di rumahnya. (Hahhhh ??!! semudah itu ? )
“Brakkkkk…..!! ” terdengar suara benturan badan kapal, sang kapal yang berlari ketakutan karena dikejar Omas kini nyungsep, miring, kemungkinan sih akan tenggelam, entah nabrak apa tu kapal sangking takutnya “Kreketttt…., Kreketttttt”
“Shitt,,,!! The ship is going to sink….”
“We must leave the ship ,!!! ”
“How about the cargo ??? ”
“We can’t bring them all, ”
“Just safe yourself…!!! ”
“Bos , I can’t see !! ”
“Are you blind ???? ”
“No Bos, It’s the fog…”
“I see,…. Ehmmm…, Of course,,,,” (keliatan pisan bodonya!!)
Beberapa sekoci segera diturunkan dari pinggiran badan kapal, sekoci-sekoci kecil itu berjuang menjauhi kapal besar yang nungging, mirip seperti posisi doggy style.
Setelah semalaman diguyur hujan lebat akhirnya setelah gelap terbitlah terang, perlahan-lahan para gadis muda yang cantik dan seksi mulai terbangun, dengan saling membantu mereka menuruni kapal yang masih tersungkur berlutut dengan hidung mencium pasir. Para gadis cantik itu berkumpul bergerombol ditepi pantai.
Okey mulai menghitung, satu, dua, tiga, empatttt… limaaaaa….!!dll… dst…!! Hemmmm, banyak juga yakkk…., suit-Suit.
Tiba-tiba terdengar teriakan dasyat memecah suara deburan ombak…
“Ahhhhh…..!!, Girl!!!, sexy cute little girl’s ” Seorang Pria Negro tiba-tiba muncul dari balik pepohonan sambil berteriak – teriak keras, batang kemaluannya yang besar dan panjang terayun-ayun kemudian mengeras, tangannya mengacung-ngacungkan kamus tebal Dictionary Inggris – Jepang, dan Inggris – Mandarin, dan buku tebal yang dibaca EeYeDe (Ejaan Yang Diragukan) dari Negara Antah Berantah yang selalu menindas rakyat-rakyatnya dengan pajak yang berjibun, negara selalu berteriak – teriak mengencangkan ikat pinggang, prihatin, dll.
Padahal rakyat sudah lebih hemat mengikat leher mereka sampai tercekik, entah negara mana itu ??? Para gadis cantik yang sedang berkumpul di pesisir pantai berteriak terkejut kemudian berlari berhamburan, apalagi ketika melihat semakin banyak tubuh-tubuh hitam besar yang bersembulan dari balik pepohonan.
Sebuah pulau yang dihuni oleh para pria negro dengan tubuh khas mereka yang seperti raksasa, tinggi, besar, hitam, dengan benda berukuran waw !! diselangkangan mereka, Celaka!!!!, tampaknya kapal itu terdampar di Blackman Island.
Para gadis yang cantik dan sexy harus menghindari kejaran-kejaran para pria negro yang hendak menangkap mereka dengan memakai berbagai macam alat, mulai dari jaring, lasso, sumpit berhulu ledak obat bius, dll..
“Damn, Unnhhh… who shoot me…!!.” seorang negro berteriak, kemudian jatuh tidak sadarkan diri ketika temannya gugup melihat seorang gadis cantik berlari di depan wajahnya dan terbatuk-batuk ketika akan meniupkan sumpitnya kenapa yak? Pantesan, ternyata rok si gadis cantik itu tersibak ke atas tertiup angin pantai dan menampakkan sesuatu yang membuatnya terbatuk-batuk.
Hiruk pikuk berhenti setelah beberapa saat yang rada – rada lama, Hmmm, kening para negro mengernyit, nggak ada satupun sumpitan obat bius mereka yang kena sasaran, semuanya meleset, malahan beberapa teman mereka menjadi korban…, tertangkap jaring, terjerat tali lasso, bahkan pingsan terkena sumpit berhulu ledak obat bius yang salah sasaran.
Hhhhhhhhhh, kebanyakan mereka menghela nafas panjang, (nggak mungkin jeruk harus makan jeruk, walaupun banyak jeruk pingsan dalam berbagai posisi), akhirnya dibentuklah grup-grup negro beranggotakan 2-5/lebih orang, untuk melakukan pengejaran terhadap gadis-gadis cantik yang sudah tersebar entah kemana.
“So, where…. ” seorang negro bertanya pada temannya…
“Pssstttt…..shut up!! I see something,…..” Temannya berbisik, sambil melirikkan matanya kesuatu tempat…sebuah tong tempat menampung air hujan,
“Is she cute ?”
“Yeahh,,, ”
Kedua orang negro itu mundur dengan teratur mendekati tong besar itu,
“Haaa…” terdengar suara nafas tertahan dari dalam tong besar, seorang gadis tampak ketakutan bersembunyi di dalamnya, ia menengadahkan kepalanya keatas menatap dua orang negro yang tersenyum ke arahnya, hanya terlihat giginya saja yang putih, senyum Pepsodent.
Si gadis menghela nafas panjang ketika kedua pria negro itu menutupkan handuk besar di atas tong itu sehingga dirinya dapat bersembunyi dengan lebih aman. Ngocoks.com Pesisir pantai itu mendadak menjadi sepi, THE HUNT IS BEGIN.
“Cegluk…,”cegluk” dua orang negro itu saling berpandangan, kemudian berjalan melangkahkan kaki mereka untuk membuka parsel lezat yang berada di dalam tong, Nyum, Nyummm….,!!
“Arigato…., ” seorang gadis cantik berterimakasih pada kedua tuan penyelamat dirinya.
“Ha…ha…., Arigato too….,Arigato toooo” si gadis terkejut ketika dirinya langsung ditarik keluar dari dalam tong besar itu.
Si negro cengar-cengir dan cengengesan, wajah mereka membuat si gadis takut, semakin takut, aduh, bilang apa yak, kayaknya pake bahasa Jepang deh, trus si negro pake bahasa Inggris dan yang satunya lagi pake bahasa Aborigin, Hmmm, sulit….!! Ting Tong, tiba-tiba ada ide muncul di kepala penulis yang sedang menggaruk-garuk kepalanya berusaha mencari ide….,^^
“Penerjemahhhhhhhh….!!! Panggil penerjemahnya ke sini…..!!! Nggak ngerti gueeeee…..!! Ini cewe bilang apa sihh!! ” si negro berteriak-teriak stress.
“Iya…, bilangnya Iee !! Ieeee!!!, begitu disamperin malah nolakkkk !!!” Si negro yang satunya lagi uring-uringan (Red : beda banget antara Iee, sama Iaa)
“Lha ?? koq…, bisa ??” Tiba-tiba si negro bengong, sang penerjemah sudah hadir sambil memegang setumpukan dictionary, dan langsung membagikan scenario cerita dalam bahasa EYeeDee yang kemudian disebar ke seluruh penjuru pulau.
“Jangan, Jangannnn….” gadis cantik itu memohon-mohon.
Kedua orang negro itu cengar-cengir, nah kalo gini baru ngerti
“Ntar’ lagi , langsung diterjemahkan , udah ah nggak pake lama , terusin dulu nehhhh….!! Inget diterjemahkannya dalam bahasa Inggrisnya dikit aja yakkk, terus EeYeDe dibanyakin, paya kagak susah, kudu buka-buka kamus segala…., kasihan kan mupenger’s yang baca kalo kebanyakan bahasa asing…, bukannya mupeng, ntar pada sibuk cari artinya di kamus !!! ” si negro ngomel panjang lebar.
(Red : Lebih kasihan lagi nasib yang nulis cerita, kebayangkan kalo ce-nya dari Korea, terus Jepang, terus Taiwan, terus Rusia, Perancis, Belanda, Moscow, Cuba, Thailand , dll WAKKKSSS, T_T)
Si gadis terus bersurut mundur, kedua orang negro itu mengurungnya dari depan dan belakang, kemudian mereka sama-sama menerkam si gadis yang ketakutan.
“AWWWWW….. !!” gadis cantik itu menghindari terkaman si negro dan hasilnya sangat hebat kedua orang negro itu saling memeluk secara tidak segaja dan bagaikan besi magnet yang ditolakkan keduanya melompat ke belakang, sambil menutupi selangkangan mereka yang tidak sengaja sempat berperang dan saling menusuk, mirip banget seperti orang sedang main anggar (itulah akibatnya kalau Zorro perang dengan Zorro).
“Heyyyy!!! Catch herrrr….!! ” si negro buru buru mengejar gadis cantik itu. Si cantik melompat, menghindari terkaman-terkaman macan buas yang mengejarnya, hitam dan besar.
“Lepaskan keparattt….!! “gadis itu meronta ketika salah seorang dari kedua orang negro itu berhasil menerkam tubuhnya.
“Bajingan….!! Awww, Lepaskannnnn….!! ”
Boris dan Nico, kedua negro itu, terkekeh – kekeh tangan mereka menggerayangi tubuh gadis itu yang ternyata adalah Leah Dizon, si model sexy blasteran yang ternama itu. Leah berusaha mati-matian mempertahankan pakaiannya sedangkan kedua orang negro itu berusaha melucuti pakaiannya.
“Aduhhhh….”
Leah mengaduh ketika Boris memiting tangannya ke belakang, berkali-kali kedua orang negro itu melucuti pakaiannya sampai akhirnya tubuh Leah yang mulus terekspose dengan bebas tanpa selembar benangpun menutupi tubuhnya, Nico tersenyum sambil meraba tonjolan buah dada gadis itu, tubuh Leah terperanjat ketika merasakan telapak tangan Nico meremas buah dadaya.
Leah berusaha melawan ketika dirinya ditelentangkan diatas magic air bed dibawah pohon kelapa, kedua tangannya dipaksa terentang keatas, Nico dan Boris menangis sesegukan sambil menatap gundukan payudaranya. Bergantian mereka menundukkan wajah mereka mengecupi payudara gadis itu yang semakin membuntal padat. Boris dan Nico tampaknya tidak menggubris cacian dan makian kasar Leah.
“AHHHH……”tubuh Leah Dizon menggigil hebat ketika merasakan mulut Boris mengenyot puncak payudaranya sebelah kanan, gadis itu kembali memekik ketika merasakan mulut Nico menyusul mengenyoti puncak payudaranya sebelah kiri. Perlawanan Leah semakin melemah, sedikit demi sedikit dirinya mulai terangsang.
“Hassshhhh, Hssshhhhh, Ahhhh……..”
Leah hanya dapat mendesah dan mendesis pelan ketika tubuhnya digeluti dengan liar oleh Boris dan Nico. Kedua orang negro itu bagaikan dua ekor binatang buas yang kelaparan. Boris menjulurkan lidahnya kemudian menjilat-jilat memutari bulatan payudara Leah, diciuminya putting Leah sebelum akhirnya mulutnya mencaplok dan melumat payudara itu. Boris menangis sesegukan sambil menciumi bulatan payudara Leah, tangannya menggengam induk payudara Leah kemudian meremasnya dengan lembut.
“Lha, koq loe nangis sich….??” Nico bertanya keheranan
“Gua terharu, seumur – umur baru kali ini gua nyentuh susu yang asli ”
Nico jadi ikut menangis, berkali-kali tangannya memilin-milin putting susu Leah yang menjerit, mencaci dan memaki kedua orang negro itu.
Nico memaksa merenggangkan kedua kaki Leah Dizon lebar-lebar., kecupan-kecupan Nico semakin naik keatas kearah selangkangan Leah yang terkangkang lebar.
“Ja. Jangannn..!!, Aahhhhhh…..!!”
Tubuh Leah menggelepar merasakan lidah Nico mengulas bibir vaginanya, gadis itu mencoba untuk berontak namun Boris menindih tubuhnya dari samping sambil mengulum bibirnya.
“Hmmmffff…., Emmhhhh, Mmmmhhhh…, Afffhhh Tidakkkkkhhhm…..”
Berkali-kali bibir tebal Boris menyumpal bibir mungil Leah, ia tidak mempedulikan penolakan gadis itu, dihisapnya bibir gadis itu dan diemut-emutnya sampai air liur Leah nyaris mengering. Tangan Boris menjambak rambut Leah untuk membatasi gerakan kepala gadis itu. Lidah Nico mencolek belahan bibir vaginanya,
“Aduh…., memeknya wangi amat sich…”mulut Nico berdecakan mengecap cairan vagina Leah, Nico menekan pinggiran bibir vagina Leah sampai belahan vaginanya sedikit merekah, menampakkan isinya yang berwarna kemerahan.
Mata Nico berbinar-binar menatap daging kelentit gadis itu, lidahnya terjulur meruncing keluar kemudian tiba-tiba menusuk klitoris Leah.
“AUHHHHHHHHHHHHH……!! ” Leah Dizon terperangah merasakan lidah Nico menusuki daging klitorisnya, tubuh gadis itu mengejang ketika merasakan mulut Nico mencaplok dan melumati cairan vaginanya yang semakin membanjir. Nico membenamkan hidungnya di selangkangan Leah, dihirupnya aroma harum yang membuat gairahnya semakin meledak-ledak, diemutinya bibir vagina Leah kemudian disedotnya kuat-kuat vagina gadis itu sampai tubuhnya berkelojotan dan
“Uhhhhh….?? Crrr Crrrr Crrrr….”nafas Leah tertahan sesaat ketika merasakan lubang vaginanya berdenyut-denyut dengan kuat menyemprotkan cairan klimaksnya.
“Ehhh, dari mana loe tau namanya Leah??” tiba-tiba Boris melepaskan kuluman bibirnya dari bibir gadis itu, Leah buru-buru menarik nafas sebanyak-banyaknya.
“Yaaa, kan judul cerita ini Pussycat’s, Blackman Island Eps 1 – Leah Dizon, nah pasti cewe cantik ini yang namanya Leah Dizon” Nico tersenyum lebar, sedangkan Boris menatap wajah Leah sebelum kembali mengecupi bibir Leah, berkali-kali lidah Boris terjulur keluar menjilati bibir gadis itu, kemudian mengulum dan melumatinya.
“Tidakkkkkkk…..!! ” Leah tiba-tiba berontak ketika merasakan sesuatu hendak memaksa memasuki jepitan lubang vaginanya, Boris menekan kedua bahu gadis itu, sedangkan Nico berusaha keras menjejal-jejalkan kepala kemaluannya, Kepala penis Nico tampak kesulitan menyusup ke dalam jepitan belahan vagina Leah, lumayan lama Nico berkutat berusaha meloloskan kepala kemaluannya, akhirnya perjuangan beratnya membuahkan hasil yang menggembirakan, dengan sekali sodokan yang kuat kepala penis Nico akhirnya berhasil membenamkan dirinya.
“UNHNNNGGGHHHH….!! ” Leah mengeluh merasakan lubang vaginanya dipaksa melar, kepala kemaluan Nico menyesaki lubang vaginanya, Leah Dizon memohon agar Nico mencabut batang kemaluannya.
“Enak aja minta dicabut….!! Mau masuk kepalanya doang aja, setengah mampus…!!Aduhhhh, sempit amat sich “Nico membentak ketus, si negro tidak menyadari kalau batang kemaluannya-lah yang terlalu besar.
“AHHHHHHHHHHH…..!! ” Leah Dizon terperanjat ketika si negro menekankan batang kemaluannya,
Gadis itu menjerit-jerit keras merasakan batang kemaluan si negro merobek – robek kegadisannya, Nico menyentak-nyentakkan batang kemaluannya, setiap tusukannya begitu bertenaga dan liar “AWWWWW…., AWWWWW, SAKITTTTT, ADUHHHHH, OWWWWW…!! ”
Nafas Leah terengah-engah, nafasnya memburu, sebatang penis yang besar dan panjang kini tertancap di lubang vaginanya yang mungil, Nico tersenyum ia mulai membetot kasar batang kemaluannya kemudian dijebloskannya sekaligus sedalam-dalamnya, berulang-kali Leah Dizon melolong keras “OWWWWHHHHHH…..!!OWWWW,,, AWWWHHHHHHH Ampunn, Ampunnnn, OHHHHHHHHHHHHH…”
“YEAHHH!!, Feel so good,…!! ” Nico semakin keranjingan membetot dan menyodokkan batang kemaluannya, tubuh Leah tersentak-sentak ketika Nico menyodokkkan batang kemaluannya dengan kasar.
Leah menatap batang kemaluan Boris yang terjulur mendekati mulutnya, Leah mengerti apa yang diinginkan oleh Boris, perlahan-lahan Leah membuka mulutnya melebar, lidahnya terjulur keluar menjilati batang kemaluan si negro yang hitam, besar dan panjang.
“Good Girllll….YEAHHH, lick it babe, Ooooo Yeahhhh!! ” Boris mengelusi kepala Leah, ia tertawa ngakak sambil mengangkangi kepala gadis itu.
“Hekkksss,,, Emmmrrrrhhhhhh…..” Leah mengerang keras ketika merasakan batang kemaluan Boris mendesak kerongkongannya, gerakan lidah Leah yang berusaha mati-matian menahan laju batang kemaluan si negro justru membuahkan rasa nikmat tersendiri bagi Boris, sementara batang kemaluan Nico terus menyodoki lubang vaginanya dengan gencar sampai tubuh gadis itu terguncang-guncang dengan hebat.
“Henhhh, Enngghhh Huuhhh….” Leah langsung mengambil nafas sebanyak-banyaknya ketika Boris memberi kesempatan padanya untuk mengambil nafas, kedua tangan Leah langsung menyambar batang kemaluan Boris kemudian mengocok-ngocoknya, dengan begitu barulah leah dapat mencegah keinginan Boris untuk kembali membenamkan batang kemaluannya ke dalam mulutnya.
Bibir Leah mengecupi kepala kemaluan Boris, kemudian memangut dan melumat kepala kemaluan si negro yang semakin basah kuyup terbasuh air liurnya. Leah menjulurkan lidahnya keluar menjilat-jilat bulatan kepala penis Boris yang besar, dimasukkannya kepala penis yang besar itu ke dalam mulutnya, sambil mengocok-ngocok batangnya, mulut Leah mengemut-ngemut kepala penis Boris yang terkekeh-kekeh keenakan.
“Yaaa, ampunnn, Leahhhhh, sepongan kamu emang yahud dehhhh, C’mon babe, suck it harderrr, Yeahhhhh, Just like that…, Oooo yeahhh….” Boris berkacak pinggang sambil menyodorkan kemaluannya pada Leah Dizon yang sibuk melakukan service terbaiknya.
“Yahhhh, Leahhh, loe bucat lagiii…!!., Cepet amat ??!!.Enak ya gua entot ?? ,HE HE HE “Nico mengejek Leah Dizon yang berulang-ulang ditaklukkan-nya dengan mudah.
“Minggir Bro, gentian, gua juga pengen ngentotin Si Leah…” Boris mulai nggak sabar menanti giliran.
“Waduhhh, sabar dongggg, !! Gua belon keluar nihhhh…!!.” Nico protes karena belum mencetak gol sama sekali, si negro semakin kuat menghentak-hentakkan batang kemaluannya.
“Harderr, HARDERRRRRR !!! ” Boris berteriak memberi semangat
“WHOAA SPONTAN MEMANG HUHUI !, KECROOOOOTTTT , Crooottttt…” Nico membenamkan batang kemaluannya dalam-dalam, air maninya muncrat menyemprot berkali-kali dalam kedutan-kedutan yang teras nikmat.
Boris membasuh vagina Leah yang becek dengan air kelapa sampai bersih, dibasuhnya tubuh Leah dengan kucuran air tersebut, gadis itu menatap Boris yang terkekeh-kekeh memandikan tubuhnya dengan air kelapa muda.
Tubuh Leah terlalu lemas untuk melawan ketika Boris membalikkan tubuhnya dan menarik pinggulnya agar menungging. Boris tersenyum sambil menempelkan kepala kemaluannya pada lubang anusnya yang mengkerut, ketika kepala penis si negro menekan berusaha menyodominya.
“Ohhhh…, Enghekkkk…” mata Leah melotot, ketika lubang anusnya dijebol oleh kepala penis Boris, pedih, panas dan ngilu rasanya.
Tubuh gadis itu menggigil hebat ketika Boris semakin dalam membenamkan batang kemaluannya yang besar dan panjang.
“Anjrittt…..!! YEAHHH, tight little asshole, HA HA HA ” Boris menyentak-nyentakan batang kemaluannya, diaduk-aduknya lubang anus Leah dan digenjot-genjotnya kuat-kuat sehingga Leah mengerang kesakitan ketika si negro menggenjoti lubang duburnya.
“Unnnnhh, Unnnggghhh….Akkhhhhh!!”
“Plokkkk… Plokkkk… Plokkkkkk…. Plokkkkkk…….” Suara benturan buah pantat terdengar semakin keras, tusukan-tusukan batang kemaluan Boris membuat tubuh Leah tersungkur-sungkur ke depan.
“Ahhhhh, Ahhhhh,, Ahhhhhhhhhhhh…,,,” Leah mendesah-desah panjang ketika merasakan lubang anusnya disodoki oleh Boris, berulang kali gadis itu mengerang keras ketika Boris semakin cepat memacu batang kemaluannya menyodominya.
“Do you like it babe? ” Boris bertanya sambil meremas pinggul Leah, tangannya mencekal pergelangan tangan Leah kemudian setelah menarik kedua tangan gadis itu ke belakang, si negro mempercepat sodokan-sodokan batang kemaluannya yang hitam, besar dan panjang itu. Nico terenyum lebar, batang kemaluannya kembali memberikan respon positif, terangguk-angguk kemudian perlahan-lahan kembali mengeras,
“Hoommmmfffhhhh…!” mulut Leah disumpal oleh penis Nico.
Pada saat Boris menghujamkan batang kemaluannya, Nico juga menyentakkan penisnya ke depan, berkali-kali mata Leah mendelik merasakan batang kemaluan Nico berselancar di kerongkongannya.
“Jangan,, tolongggg….,,,uhuk.. uhukkkk ” Leah memohon memelas ketika Nico mencabut penis besar itu dari mulutnya, ia terbatuk-batuk, nafasnya terasa berat dan sesak.
Nico terkekeh sambil kembali menjejalkan batang kemaluannya kembali, si negro mendeepthoatnya habis-habisan, sampai Leah menangis tanpa daya. Boris mencekal pinggang Leah, kemudian menarik tubuh gadis itu agar berdiri, sementara Nico mencekal pergelangan kaki Leah dan mengangkangkannya lebar-lebar.
“Jrebbbb…. !! Auhhhhh…! ” Leah berpegangan kuat-kuat pada bahu Nico ketika merasakan Nico menancapkan batang kemaluannya dengan kasar. Nico memegangi pinggang Leah sedangkan Boris kini memegangi tungkai lututnya sebelah bawah.
“AWWWWW…… ! ” Leah menjerit kecil ketika tiba-tiba merasakan dua batang penis itu mulai bergerak menyodok-nyodok lubang vagina dan lubang anusnya
Tubuh Leah terjepit diantara tubuh Boris dan tubuh Nico yang hitam besar, kedua orang negro itu terkekeh sambil terus mendesak-desakkan batang kemaluan mereka menyodoki lubang anus dan lubang vagina gadis itu.
“AHHH… AHHHHH……! ” Leah Dizon menjerit keenakan ketika Boris dan Nico berlomba mengocoki kedua lubangnya, ia mendesah, wajahnya menyinarkan ekspresi kepuasan yang luar biasa.
“Ennnhhh,, Borissss,,, Ennnhhhhh Nicooo…!! Owwww.” telapak tangan Leah mengusap keringat yang membasahi kepala si negro yang botak.
“Hungghh… Cruuuutttt……” tubuh Leah mengejang, kemudian perlahan-lahan terkulai lemas, Nico dan Boris masih sibuk menyodok-nyodokkan batang kemaluan mereka, sementara Leah berusaha mengumpulkan tenaganya kembali, persetubuhan sex interracial bersama kedua orang negro itu terasa semakin mengasikkan.
Nico dan Boris melepaskan tubuh Leah ketika gadis itu menggeliat berusaha melepaskan diri, Leah bersujud di hadapan Nico dan Boris, kedua tangannya menggenggam batang penis kedua orang negro itu.
“Damnnn….!! O YEAHHH, Leahhhh…” Nico berseru keenakan, ia menyodorkan kemaluannya kedepan ketika merasakan mulut Leah mencaplok kemaluannya, sambil mengoral batang kemaluan Nico tangan Leah mengocok-ngocok batang kemaluan Boris.
Boris menarik batang kemaluannya dari tangan Leah, kemudian ia berlutut di belakang tubuhnya, diangkatnya pinggul Leah agar sedikit menungging dan “JREBBBBBBBBBBB……..”
“OAHHHHH…, Owwwww, Yessss…!! Hshhssh” Leah mendesis keenakan, kemudian kembali melumati dan menjilati batang kemaluan Nico.
Boris menyodoki lubang vagina Leah dari belakang sedangkan Leah berkali-kali menghempaskan pinggulnya kebelakang menyambut sodokan-sodokan Boris yang semakin liar. Tangan Boris merayap kedepan menggerayangi buah dada Leah, diremas-remasnya sambil sesekali mencubit puttingnya, dipilin-pilinnya putting sehingga semakin mengeras dan meruncing.
“Ohh, Fuck me Boris..!! Fuck me” Leah menjerit liar
“Of course Leah.., !! Like this Babe ??” Tangan Boris mendekap pinggul Leah kemudian ia mengocokkan batang kemaluannya mengocoki jepitan lubang vagina Leah yang seret..
“Plokkk!! Plokkkk,…!! Plokkkkk,,!! Plokkkkk..!!”
Gerakan Boris semakin liar, cepat dan kuat, jeritan-jeritan liar Leah memecah keheningan pantai, Boris menggeram gemas sambil menyodok-nyodokkan batang kemaluannya dengan semakin kasar, batang kemaluannya yang hitam, besar dan panjang itu terkadang tertekuk ketika menyodoki lubang vagina Leah yang sempit dan peret. Nico mengatur posisi Leah, kini Leah mengangkangi Boris yang tertidur terlentang
“Ohhhhhhhhhhhhh ” kepala Leah terangkat ke atas ketika batang kemaluan Boris kembali membelah lubang vaginanya, ia menengok ke belakang ketika merasakan sesuatu menggesek-gesek belahan pantatnya.
“Unnnggghhhh….. ” Leah mengeluh panjang kemudian memekik kecil ketika Nico menghentakkan batang kemaluannya kuat-kuat, dua batang penis yang hitam dan panjang kembali tertancap dengan kokoh mengait lubang vagina dan lubang anusnya.
“Ahhhh, Ahhhhh, Ahhhhh…,, Errrhhh, Arrrrhhhhhhh” Leah kembali mendesah, dan mengerang, rintihan dan erangannya malah membuat kedua orang negro itu semakin bernafsu menyodoki kedua lubangnya yang mulai memar kemerahan akibat digasak dengan kasar dan brutal.
“Awwwh… Eshhhhtt,, Esssshhhh, Crrr Crrrr…”
Dua batang kemaluan yang hitam panjang itu terus merojoki vagina dan anus Leah, semakin kuat dan kencang.
“ARrrrhhhh… Kecrotttt….”
“Hungggh Crrroooootttt…..”
Suasana pantai yang tadinya terusik kini kembali tenang, Boris dan Nico membaringkan tubuh mereka disamping tubuh Leah, Boris disebelah kanan sedangkan Nico disebelah kiri. Leah Dizon berbaring kecapaian sehabis digempur oleh kedua orang negro itu.
Tangan Nico dan Boris menggerayangi tubuh Leah yang terlentang dengan kedua kakinya yang sedikit tertekuk mengangkang. Sesekali Nico dan Boris menundukkan kepala mereka untuk mengenyot puncak payudara Leah dan memainkan puttingnya dengan lidah mereka. Berkali-kali tangan Boris dan Nico mengusapi dan meremas selangkangan gadis itu.
Bersambung…
Cerita ini kurang lebih ada 4 episode, nantikan kelanjutannya yang akan di update hanya di situs Ngocoks.
Next on Pussycat’s
———————————
Seorang pria negro tengah mengintai mangsanya,
Dengan mengendap-ngendap si negro mendekati korbannya, tangannya menyambar pergelangan tangan gadis cantik berambut pirang itu namun.
“Bukkk.., Bukkkk, Bukkkk ”
Tubuh besar itu terjengkang terkena tonjokan keras di ulu hatinya, tonjokan keras dimulutnya dan pukulan uppercut di dagunya, sebuah giginya terlempar jauh ke udara.
****************
White Teen Three Black Guys
Seorang negro dan kedua orang temannya tengah menyelidiki jejak kaki di atas tanah berlumpur. Bibirnya yang tebal termanyun-manyun, kemudian ia menolehkan kepalanya kepala salah seorang temannya.
“Gue yakin ini cewe bule…!!”
“Wuahhhh, hebat banget !! benar-benar pencari jejak yang ulung, dari jejak kakinya saja loe bisa tahu cewe bule….”
“Bukan gitu!!, nihhhhh….!!., gue nemuin selembar rambut berwarna pirang.”
Sementara itu tidak berapa jauh dari tempat ketiga orang negro, seorang gadis tengah mengendap-ngendap sambil melirik ke kiri dan kanan dengan hati was-was, setelah merasa aman barulah gadis cantik berambut pirang itu melanjutkan langkahnya, sesekali gadis itu menolehkan kepalanya kebelakang.
Kelly Seorang gadis cantik dari LA yang diculik dari Amerika oleh sindikat penjualan gadis-gadis cantik, ia menatap kebelakang dengan hati was-was, usianya Baru menginjak Usia 17 Tahun, rambutnya pirang indah seperti emas yang berkilauan tertimpa sinar matahari, tubuhnya seksi dengan buah dada berukuran sedang, membongkah padat, kulitnya halus, putih mulus tanpa cela.
“Heiiiii…..!! ”
“Whoaaa, white chick!! ”
“Hai baby….. he he he”
“Awww…., ” gadis cantik itu berseru terkejut ketika tiba-tiba muncul tiga orang negro bertubuh tinggi besar menghadang jalannya, ia mundur dengan teratur kemudian tiba-tiba membalikkan tubuhnya dan melarikan diri.
“HELP…!! Somebody HELLPPPPP….MEEE!!” Kelly berteriak ketakutan sambil berusaha melarikan dirinya dari kejaran ketiga orang negro yang begitu bernafsu untuk menangkap dirinya. Jarak ketiga orang negro itu semakin mendekat dan…..
“Ahhh!!…., Noooo”
Kelly meronta – ronta ketika pinggangnya kena disambar dari belakang oleh tangan si negro keriting, Kelly semakin kuat meronta-ronta ketika dua orang teman si negro tersenyum mesum sambil mengelilinginya.
“Don’t hurt me pleasee, Please Sir. ”
Kelly memohon ketakutan ketika ketiga orang negro itu menyeretnya dengan kasar, berkali-kali tangan ia menepiskan tangan-tangan nakal yang meremas-remas buah pantatnya.
“Tell me your name babe…. ” si negro berambut keriting bertanya sambil memandangi Kelly, matanya berbinar-binar menatap wajahnya yang cantik, tangan si negro membelai rambut Kelly yang berwarna pirang.
“My name Kelly…, Please let me go, I beg you…., Auhhh!!Blukkkk!!”
Kelly memohon agar mereka bersedia melepaskan dirinya, namun dengan kasar si negro mendorong Kelly sampai terjatuh di atas sebuah kursi sofa panjang, Kelly tambah ketakutan ketika ketiga orang negro itu mulai melepaskan pakaian mereka masing-masing. Ia melotot menatap tiga batang penis yang hitam dan besar teracung – acung bagaikan sebatang tombak yang siap untuk menghujam dirinya.
“Please Sir, I’m only 17 years old ”
“YEAH, so what ??, You’re 17 and ready to fuck”
“Now, suck my dick or I will break you like thiss HEAHHH KRAKKK…” (WAduhh! Sakittttt….Broo!! si negro membatin dalam hati sambil menyembunyikan tangannya ke belakang)
Si negro mematahkan sebatang kayu seukuran paha orang dewasa. Kelly tampak ketakutan ketika si negro dengan mudahnya mematahkan batangan kayu itu di hadapan wajahnya, sangking takutnya Kelly tidak berani melawan ketika dua orang negro yang duduk di sisi kanan dan kirinya mulai menggerayangi dan menelanjanginya.
Tangan si negro menarik lepas baju kaos putih di tubuh gadis itu dan kemudian dibukanya celana jeans berwarna biru sampai yang terakhir dibetotnya celana dalam gadis itu.
“I love white chick, specially young one like you Kelly he he he”
“Suck it bitch….!!!! ”
Si negro berambut keriting menyodorkan batang kemaluannya ke hadapan wajah Kelly, kemudian ia berteriak keras sambil mengancam akan menyakiti Kelly jika ia tidak menuruti kemauannya.
Tangan Kelly bergetar ketika dibimbing untuk menjamah batang kemaluan si negro, seumur – umur baru pertama kali ini Kelly memegang batang kemaluan pria, sama sekali belum pernah terpikirkan dirinya akan mengalami hal mengerikan seperti ini, Kelly menahan nafasnya ketika telapak tangannya menyentuh penis si negro.
“C’mon babe, lick it.. ”
Si negro berambut keriting menyodor-nyodorkan batang penisnya ke hadapan wajah Kelly sehingga dengan terpaksa gadis itu membuka mulut dan menjulurkan lidahnya.
Sambil menekan rasa jijik ia menempelkan lidahnya pada batang penis si negro, dijilatinya penis negro yang terasa kesat itu, baunya yang menyengat membuat kepala Kelly terasa pening, sementara kedua teman si negro meremas-remas buah dada Kelly.
“Aaaaaaaaaaa… Hoooffhhhhh… Ummmmmhh”
Si negro menjambak rambut Kelly dan pada saat ia berteriak kesakitan si negro menjejalkan batang penisnya, kejadian itu begitu cepat, kepala penis yang besar kini memenuhi rongga mulut Kelly.
“Suck it Bitch, YEAHHH!! Damn!! Feel so good..”tangan si negro semakin kuat menjambak rambut Kelly, si negro memejamkan matanya merasakan hisapan-hisapan Kelly, sambil menekan belakang kepala gadis itu berulang kali ditekankannya dalam-dalam batang kemaluannya yang besar dan panjang itu..
“Emmmhhh, Emmmmmm…..”
Kelly mendelik-delikkan matanya ketika merasakan batang kemaluan si negro yang hitam besar dan panjang itu berulang kali menyesaki kerongkongannya, nafasnya terasa sesak, sementara ketiga orang negro itu malah terkekeh-kekeh mendengarkan erangan-erangan lirih gadis berambut pirang itu.
“Ouhhhh, Ahhhhhhhhhh…!!” Kelly mendesah panjang ketika bahunya ditekankan kebelakang agar bersandar di atas kursi sofa panjang itu, kedua kakinya merapat, tertekuk dengan posisi agak dimiringkan berusaha menutupi wilayah vaginanya.
Kelly nampak gelisah ketika si negro berambut keriting bersujud, telapak tangan si negro merayapi permukaan pahanya yang halus dan lembut. Sambil tersenyum si negro mencekal pergelangan kaki gadis itu kemudian dengan paksa merenggangkan kedua pahanya melebar ke samping.
Mata ketiga orang negro itu melotot menyaksikan belahan vagina tipis di selangkangan Kelly, bibir tebal si negro berambut keriting mengecupi paha Kelly sebelah dalam. Nafas Kelly semakin berat ketika kecupan-kecupan dan jilatan si negro semakin naik kearah selangkangannya dan…..
“Ahhh, Ahhhhhh….Uhhhhh.!”
Wajah Kelly semakin merona merah, ia merasa jengah sekaligus merasa enak, ketika merasakan lidah si negro berambut keriting menjilati belahan vaginanya, berkali-kali tubuhnya melenting-lenting ketika merasakan kenyotan-kenyotan mulut si negro yang mengenyot lubang vaginanya kuat-kuat.
Si negro menekan pinggiran bibir vagina Kelly agar belahan tipis di selangkangannya semakin merekah, mata si negro berbinar-binar menatap isi vagina yang berwarna merah muda itu. Setelah puas mengendus-ngendus dan menciumi wilayah vagina gadis itu, lidah si negro mulai mengulas-ngulas belahannya, sungguh taktis lidah si negro ketika menjilati belahan vagina gadis itu.
Kelly merintih lirih ketika bibir si negro melumat bibir vaginanya, sesekali tubuhnya tersentak ketika lidah si negro menggeliat-geliat memijit-mijit klitorisnya kemudian dengan lahap mulut berbibir tebal itu menyedot-nyedot isi vaginanya yang berwarna merah muda.
“Slllcckkkk…, Slllccckkkk, Srrrrrrpppphhh….”
“Ahhhh.!, Ahhhhh..!, Ahhhhhhh….!!.”
Sungguh malang nasib Kelly, ia hanya dapat mendesah-desah tanpa berani melawan ketika vaginanya disantap dan dinikmati si negro berambut keriting, sementara payudaranya diremasi, dijilat-jilat dan diemut-emut oleh dua negro sekaligus, sesekali tubuhnya melenting ketika merasakan sedotan-sedotan kuat di puting susunya,.
“HA Ha HA, do you like it babe ?? You must try this one” negro berambut keriting menggesek-gesekkan kepala penisnya pada belahan vaginanya yang sudah basah karena cairan kewanitaanya yang membanjir,
Kelly terperanjat kegelian ketika si negro berambut keriting mulai menggesekkan kepala penisnya pada belahan vaginanya. Penis itu terlihat kekar dengan urat-urat yang menghiasi batangnya yang hitam besar itu. Setelah beberapa kali menggesek sambil menekan belahan vagina Kelly, dengan kuat batang penis si negro mulai membelah vagina gadis itu. Si negro memaksakan penisnya masuk merojok lubang vagina Kelly.
“Its hurt….!! ARRRRRRHH..!! OWWWWWW….!!”
Kelly melotot, ia mengerang keras merasakan rasa sakit yang mencekam di selangkangannya, sangat ngilu dan pedih, sakit, ketika penis si negro merengut kegadisannya dengan paksa, dua teman si negro yang duduk di sisi kanan dan kiri Kelly malah asik memilin-milin dan menarik-narik putting susu gadis itu sambil terkekeh mesum.
“Whewww…YEAH!! YEAHHH….., tight little vagina…”
Si negro semakin bersemangat mendengarkan pekikan kesakitan Kelly, dengan kuat ia memompakan batang kemaluannya, digenjot-genjotnya vagina Kelly yang memekik-mekik kewalahan menahan sodokan batang kemaluan si negro yang hitam dan panjang, dalam waktu sekejap lingkar vagina Kelly terlihat memar kemerahan karena disodok-sodok dengan kasar dan liar oleh si negro.
“Ohhh stop it..!!, Its hurttt , Ahhhhhhhhhhh!! Ahhhh..!! Hurt..!!!”
Jeritan kesakitan Kelly malah jadi bahan tertawaan, si negro berambut keriting semakin bernafsu menyodok-nyodok belahan vagina Kelly. Penisnya semakin dalam menyodok kuat-kuat vagina gadis berambut pirang itu sampai ia melolong keras. Tubuh Kelly menggeliat-geliat kesakitan, keringat mengucur dengan deras meleleh membasahi tubuhnya yang putih mulus.
“Feel it Bitch! Feel my strike…”
Tubuh Kelly terguncang-guncang dengan keras, butir-butir keringat yang mengucur dengan deras membuat tubuhnya semakin basah, sedikit demi sedikit rasa sakit mulai terbasuh oleh kenikmatan yang tiada taranya ketika batang kemaluan si negro yang hitam, besar dan panjang menyodok-nyodok belahan vaginanya, setiap sodokan-sodokan liar si negro membuat Kelly mendesis dan mendesah kenikmatan. Tubuhnya tiba-tiba menegang, vaginanya terasa berdenyut-denyut dengan nikmat.
“Ohhh, Ohhhh, Ohhhh, Yess, Ahhhhhhh……Crrrttt Crrrrttttt”
Si negro mencabut batang kemaluannya, cairan putih kental meleleh bercampur dengan cairan berwarna kemerahan, darah keperawanan Kelly. Si negro berkumis tipis mengambil alih tubuh gadis berambut pirang itu yang masih terengah-engah mengambil nafas kemudian setelah meremas-remas buah dada gadis itu ia membalikkan tubuh Kelly. Si negro tersenyum nakal sambil mengelus dan meremas-remas buah pantat Kelly yang bulat padat. Si negro menempelkan dan menggesek-gesekkan batang penisnya pada sela-sela pantat Kelly.
“Hold her, this chick is going to screammmm… he he he.” Si negro dengan kumis tipis mengambil posisi siap tempur, di belakang tubuh Kelly yang menungging.
“NOOOOOO…!! NOT THERE….! ARHHHHHHHHH ! ”
Kelly direjang oleh si negro berambut keriting dan si gigi tongos. Kelly memohon-mohon ketika merasakan sesuatu yang hangat dan keras mulai mendesak kuat lubang anusnya.
“HEggghhhh…..! Owhhhhhhhhhhhhhhh…….”
Nafas Kelly tiba-tiba tertahan, matanya membeliak, mulutnya ternganga lebar kemudian mengeluh panjang, tubuhnya mengejang ketika sesuatu yang panjang dan besar terus merojok dengan paksa masuk ke dalam lubang anusnya, tubuhnya bergetar hebat menahan rasa sakit, lubang anusnya terasa panas perih dan sesak bukan main.
Kelly mengerang keras-keras ketika si negro berkumis tipis mendesak-mendesakkan penisnya dalam-dalam, sampai selangkangannya bergesekan dengan buah pantatnya yang lembut dan halus. Si negro mulai memompa lubang anus Kelly dengan penisnya yang besar hitam dan panjang.
“OWWWWW, WWWWWAHaaNGHHHH……”
Tubuh Kelly terdorong maju mundur, tangan si negro mendekap kuat-kuat pinggul gadis itu kemudian dihantamnya kuat-kuat lubang anus Kelly sambil menarik-narik pinggulnya.
“Oahhhh, Ahhhh, Arrrhhhh, Aaaaaaaaaaaaaaaaa…….”
“Pull it ouuuutttttt, Its too hurttttt, Annnnnnnnnnnhhhhhhhhhhhhh……”
“I’m dyingggg…… Errrhhhhhhhhhhhhh…..”
“Just relax and enjoy it he he he….” Si negro mengayunkan batang kemaluannya dengan lebih liar dan brutal, si negro berkumis tipis tambah buas menyodomi lubang anus Kelly ketika mendengarkan erangan-erangan kerasnya. Ekspresi wajah Kelly tampak sangat menderita ketika batang kemaluan si negro menyodoki lubang anusnya.
“Damn, your asshole is so tighhhtt, HEyaarrhhhhh ”
Si negro berseru keenakan sambil mengayun-ngayunkan batang kemaluannya kuat-kuat menyodok lubang anus Kelly. Diaduk-aduknya lubang anus gadis itu, dihujamkannya batang hitam yang besar dan panjang itu berkali-kali menyodomi lubang anus Kelly.
Batang kemaluan yang hitam dan panjang itu bergerak keluar masuk semakin cepat, mirip seperti menumbuk padi hanya bedanya penis si negro sedang menumbuk lubang anus si gadis, tiba-tiba si negro menghujamkan batang kemaluannya sampai Kelly menjerit kecil.
“Plokkkk…, Plokkkkk, Plokkkkk… Plokkkkkk”
Sambil mendekap pinggul gadis itu si negro menjatuhkan dirinya ke belakang, kini Kelly berada di atas tubuh si negro, atau lebih tepatnya menduduki batang kemaluan si negro dengan lubang anusnya.
“Ahhhh., Ahhhhhh, ”
Wajah Kelly terangkat keatas ketika merasakan batang kemaluan itu semakin dalam merojok lubang anusnya. Kelly menatap kebingungan ketika si negro bergigi tongos memposisikan dirinya mejepit tubuhnya sambil mencekal pergelangan kakinya dalam posisi mengangkang.
“NOoooooooooo, AHHHHH…!!”
Kelly baru mengerti ketika si gigi tongos menjejalkan batang kemaluannya dengan paksa pada belahan vaginanya. Dua batang penis yang hitam dan panjang kini menancap di lubang vagina dan lubang anusnya. Kelly menggeliat lemah, dua batang penis yang tertancap di lubang vagina dan anusnya seakan – akan sedang meyedot habis tenaganya.
“Ahhhh., Ahhh, Ahhhhh, Ahhhh, ”
Mata Kelly mendelik-delik ketika dua batang kemaluan yang besar dan panjang itu bergerak liar menyodok-nyodok lubang vagina dan anusnya, ada rasa nikmat yang luar biasa di antara rasa sakit yang semakin lama semakin menghilang lenyap entah kemana bagaikan asap yang tertiup oleh hembusan angin kenikmatan.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi kedua negro itu untuk membenamkan Kelly ke dalam dunia yang penuh dengan kenikmatan, Wajah Kelly tampak semakin renyah ketika ia menengadahkan kepalanya keatas sambil mendesah-desah.
Keringat membanjiri tubuh mulusnya, gadis pirang itu bagaikan sedang dipanggang diantara dua batang kayu yang hitam dan panas yang terus menjepit tubuhnya yang putih mulus. Jeritan-jeritan kenikmatan terdengar dari bibir gadis itu.
“AHHHH, OAAAHHHH…. AHHHHHH….Yes, Ohhhhhh…!!Fuck Me, Fuck Meeee… Ahhhhh Yesss….!!”terdengar suara-suara menggairahkan dari bibir Kelly ketika kedua orang negro itu semakin kuat memacu penis mereka. Butiran keringat yang membanjiri tubuh Kelly mengucur dengan deras ketika kedua negro itu berebutan, semakin brutal, menyodok-nyodok lubang anus dan lubang vagina gadis cantik berambut pirang itu.
“Cleppp.., Cleeppp…., Cleeepppp…”
“Plepppp, Plepppp, Pleppppp……”
Suara penis kedua orang negro itu terdengar keras ketika batang penis kedua orang negro itu bergerak menyentak-nyentak dengan kuat, menghempas menyodok kedua lubang Kelly yang semakin memar kemerahan, rintihan-rintihan lirih semakin sering berkumandang dari bibir seorang gadis pirang yang tengah diamuk nafsu birahi.
“Heemmfffhhh Ahhhh..! Crrr Crrrrrrrr Crrrrr…..” tubuh Kelly terkulai lemas setelah berkali-kali kedua orang negro itu memaksanya untuk memanjat ke puncak klimaks, ia hanya dapat meringis-ringis ketika tiba-tiba kedua orang negro itu mempercepat sodokan-sodokannya
“CROOOOTTTT……CROOOT”
“KECROOTTTTTTTTT CRRRROOOOTTT”
Belum juga Kelly sempat menarik nafas, si negro berambut keriting menyeret tubuh Kelly yang sudah mengap-mengap. Si negro duduk mengangkang diatas kursi sementara Kelly dipaksa bersujud di antara kedua kakinya yang mengangkang,.
“What are you waiting for? Suck it!!” Si negro membentak Kelly dengan kasar kemudian menjejalkan batang penisnya kedalam mulutnya, sambil memegangi batang kemaluan si negro Kelly mengemut-ngemut penis itu, kepalanya bergerak naik turun berusaha mengoral penis si negro, lidahnya terjulur keluar membelit leher penis itu, dicuminya kepala penis itu dengan nafsu yang semakin lama semakin bergolak liar, entah kenapa ada sensasi tersendiri yang menggelitiki hati Kelly ketika ia mengocok-ngocok batang penis si negro yang besar dan panjang, menjilati dan menjelajahi batang hitam itu dengan lidahnya, mengecup-ngecup biji pelir si negro. Batang penis dan kepalanya yang besar hitam dan panjang.
Dengan tidak sabaran si negro menarik tubuh Kelly kemudian memangku tubuh gadis pirang itu, dengan posisi duduk saling berhadapan, tentu saja bukan sembarangan memangku karena penis si negro kembali menyeruduk kemudian mulai membelah vagina Kelly yang peret dan seret.
“Unnnhhhh, Ahhhhhhhhhhh…. ” wajah Kelly terangkat keatas sambil mendesah keras ketika tangan si negro menekan bokongnya untuk terus turun ke bawah. Cerita ini diupdate oleh situs
“OAHHH, Ouhhhhhhhh…. Ennnnhh Akkkkhhhh….” mulut Kelly kembali menceracau panjang, sesekali tubuhnya terperanjat seperti terkena sambaran halilintar ketika batang penis si negro yang besar menyodok-nyodok ke atas, tubuh Kelly tersentak-sentak ke atas dengan kuat, ketika sodokan demi sodokan penis si negro merojok-rojok belahan vaginanya.Tubuh Kelly yang kecil mungil tampak kontras ketika sedang terlompat-lompat ke atas di atas tubuh si negro yang hitam dan besar.
“YEAH Kelly, I know you can do it, C’mon Babe, ride my cock as wild As you can, That’s right babe, O YEAH KELLLYYYYYY…., C’mon girl YESSSHH” si negro sibuk memberi semangat, kedua tangannya memegangi pinggang Kelly kemudian membantu mengangkat-dan menarik tubuh gadis itu, sementara Kelly menghempas-hempaskan pinggulnya sambil merintih dan mendesah-desah.
“Ennnhhh, Ahhhhh Crrrr Crrrr Crrr, Owwwww. Hssshhhh” tiba-tiba Kelly menjerit kecil kemudian mendesis keras, gerakan-gerakan tubuhnya berhenti total, nafasnya tersendat-sendat ketika cairan kenikmatan itu kembali berdenyutan menenggelamkannya ke dalam lautan kenikmatan, tangan kiri si negro menekan punggung Kelly sementara kepalanya dibenamkan di antara belahan buah dada Kelly yang basah dan lembab.
“Ohhhhhhhhhhhhhhh……” Kelly mendesah panjang ketika merasakan bibir tebal si negro mengecup-ngecup belahan dadanya, dan melumat-lumat lembut puncak payudaranya, untuk beberapa saat si negro menghentikan sodokan-sodokan kontolnya, diusap-usapnya bulatan buah dada gadis itu yang sudah basah karena lelehan-lelehan keringatnya yang mengucur deras, dengan gemas mulut si negro mencaplok puncak payudara gadis itu.
“Enough girl….,,” si negro meremas-remas bongkahan buah pantat Kelly sambil sesekali menepuk-nepuknya agar ia melanjutkan gerakan-gerakannya, kali ini si negro lebih lembut, dibelainya rambut pirangnya yang indah kemudian dirayunya agar gadis itu kembali bersetubuh dengannya..
“No more please….” Kelly meratap memohon
“No more?? But I want more Babe, you are too sexy and hot…” si negro berbisik di telinga Kelly, kemudian mengangkat kedua tangan gadis itu ke atas, tangannya lalu terjulur mengusap-ngusap puncak payudara Kelly, menggerayangi dan meremas bongkahan susu si pirang yang bulat dan semakin kenyal.
Kelly memejamkan matanya ketika si negro menjulurkan lidahnya untuk menjilati putting susunya, mulut si negro mencaplok kemudian mengemut putting susu yang berwarna pink kemerahan itu.
“Ohhh, Essshhh, Ahhhh, Ahhhhhhh”
Kelly semakin keras mendesah-desah, tubuh mungilnya yang putih mulus mulai ditindih oleh tubuh si negro yang besar dan hitam, kemudian dengan liar si negro menggeluti tubuh mungil Kelly yang putih mulus. Bibir tebal si negro mengecupi bibir gadis itu kemudian dikulumnya dengan ganas.
Bibir Kelly tampak basah, air liurnya bercampur dengan air liur si negro, berkali-kali lidah si negro menjilati bibir Kelly yang sedikit merekah, mulut si negro semakin rakus mengenyot-ngenyot bibir Kelly, dihisap dan dilumat-lumat.
Kelly menatap si negro dengan tatapan matanya yang sayu ketika telapak tangan si negro membelai rambut di kepalanya, tangan kiri Kelly menekan belakang kepala si negro sementara bibirnya mengejar bibir tebal si negro. Rayuan-rayuan dan bisikan-bisikan mesum sinegro kembali membangkitkan gairah gadis cantik itu.
“Heeemm Ckkkk, Ckkk, Ckkkk. Ckhhh Emmmm” bibir si negro kembali melumat bibir Kelly.
Kecupan – kecupan liarnya semakin turun ke leher, terus berhenti di belahan dada Kelly. Telapak tangannya perlahan-lahan meremas puncak payudara Kelly sampai ia mengeluh pelan, berkali-kali tangan si negro mencubiti putting susu gadis itu bergantian dari yang kiri ke kanan.
“Annnhhh, Ahhhhh, Ahhhh, Ahhhh….”
Sambil meremas-remas induk payudara Kelly, mulut si negro mengenyot-ngenyot puncak payudaranya, mulut si negro tampak kempot ketika menghisap kuat-kuat puncak payudara gadis itu. Tubuh Kelly menggelinjang ketika merasakan tekanan-tekanan kuat diwilayah intimnya, si negro kembali menjejalkan batang kemaluannya yang hitam besar dan panjang.
“Arrrhhhh… Errrrhhhhh…ARHHHHH…..!!.”
Si negro tampak senang mendengarkan erangan Kelly, ia tampak semakin bernafsu mendesak-desakkan selangkangannya, secara otomatis penis yang besar dan panjang itu merojok semakin dalam. Kelly semakin kuat mengerang ketika batang kemaluan si negro semakin dalam dan kuat mengocok-ngocok lubang vaginanya..
“Oaaaahhhh, Akhhhhhhhh, Ahhhhhhhhh…. ”
Tubuh Kelly terguncang dengan kuat ketika si negro mulai membetot dan menyodokkan penisnya. Kelly mendesah sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher si negro, kedua kakinya mengangkang pasrah menerima sodokan-sodokan si negro yang semakin liar, bahkan kini sesekali Kelly berusaha mengangkat-angkat pinggulnya menyongsong sodokan penis si negro, mulutnya ternganga lebar, OHHHHHHHHHHHH….!! Hanya kata-kata itu yang berkali-kali sempat meluncur dari bibirnya.
“C’mon girl stand up ”
Si negro menarik tubuh Kelly kemudian berbaring di atas tanah berumput, Kelly mendesis ketika dirinya kembali menduduki penis yang besar dan panjang itu, tubuh gadis itu tersentak-sentak ke atas dengan kuat ketika si negro menyodokkan penisnya.
“Unnnhh, Unngghhh, Ahhhh, Ahhhhhhh” desahan dan lenguhan Kelly mengundang dua orang negro lainnya untuk segera mendekat, si negro bergigi tongos mengambil posisi di belakang tubuhnya kemudian membenamkan kembali penisnya dengan kasar membongkar lubang anus Kelly, sementara yang satunya lagi menjejalkan batang kemaluannya ke dalam mulutnya.
“Heemmmff, Emmmmh Emmmmh Emmmm”
Tubuh Kelly menggigil hebat ketika dua batang penis itu kembali menyodoki lubang vagina dan anusnya, sementara mulutnya terisi penuh oleh penis si negro berkumis tipis yang terkadang menyesaki kerongkongannya, desahan dan rintihan lirih Kelly diselingi oleh geraman gemas ketiga orang negro yang sedang menggarapnya.
“EMMMHHH, EMMMMMM…. MMMMMHHH….”ketiga orang negro itu semakin liar dan brutal menyetubuhi gadis cantik berambut pirang yang menggairahkan itu.
*************************************
Sementara itu di tempat lain,
Seorang negro tengah mengintai mangsanya, dengan cekatan ia menerjang dan mencekal pergelangan tangan gadis berambut pirang itu,
“Bukkk, Bukkkk, Bukkkkk…..”
Si negro terjengkang terkena pukulan di ulu hati, tonjokan di pipi kanan, hantaman di hidungnya dan pukulan uppercut di dagunya, sebuah giginya terlempar jauh ke udara. Dengan cekatan gadis berambut pirang itu mengikat tangan si negro ke belakang dan menyeretnya ke balik semak-semak.
“Tulungggg, euyyy!!! Tulunggggg…..!! ” si negro berteriak-teriak keras.
“Lhaaa…?? Bang Haji?!” seru Omas terheran-heran melihat negro itu ternyata Rhoma Irama yang sedang menyamar dengan memakai krim penghitam kulit dan bawahnya hanya memakai koteka saja.
“Ehhhh, Omas…..??!! ” Rhoma yang kini giginya sudah ompong satu itu berseru terkejut, hidungnya mimisan karena ditonjok oleh Omas, the Boxing Lady. Omas cengengesan sambil melepaskan rambut pirangnya.
“Mo ngapain Abang kesini, ?? Pake nyamar segala…” Omas menatap Rhoma dengan genit.
“Yaa, kali aja gua kebagian…., Eh!?, Omas ?? itu dosa!!, dosaa.!! ” Rhoma berteriak kaget sambil meronta-ronta sekuat tenaga ketika tangan Omas menarik lepas koteka yang dikenakannya.
“Dosa??? Istri abang-kan segudang, tambah istri satu lagi yang cantik dan bibirnya seksi kaya aye emang napa? Mumpung Abang di sini, sekalian aye mo liat king sizenya..” dengan kasar tangan Omas membetot king size yang selama ini selalu dibangga-banggakan pemiliknya, mulut Omas terbuka lebar dan Happppppppp……!!!
“Ngahaaakkkk!,ADOWW!!!”
“Waaa…aye juga mau dong punyanya Bang Haji!” tiba-tiba dari balik semak-semak muncul Mpok Atiek yang hanya memakai bikini.
Tubuhnya yang sudah peot keriputan sana-sini membuat Rhoma semakin bergidik, apalagi setelah ia melucuti bikininya dan mendekatinya yang sedang ditindih Omas. Melihat wajah wanita itu saja sudah seram, apalagi kalau bugil begitu dengan payudaranya yang sudah kendor.
“Jangan itu doossaa…wahhh… ABIS DAHHHH !! OAHH!” teriak Rhoma begitu Mpok Atiek menerkamnya dan mulai dikerubuti kedua wanita seram itu.
Sesuai dengan kata Bang Rhoma “ABIS DAHHH…!!”
Maka dengan terpaksa aku akhiri juga eps ke 2 ini ^^
See u next episode
Thank’s for reading ^^
To be continued.
(PS : He He He., coba dikasih bumbunya kaya gini pas ngak ^^)
———–
Evelyn membaringkan tubuhnya yang kecapaian di sebuah lumbung padi, sementara di luar hujan gerimis mulai turun, Isabella Leong merangkak mendekati Evelyn yang sedang beristirahat, kedua matanya terpejam rapat, Isabella memperhatikan wajah Evelyn yang cantik dan imut, perlahan-lahan Isabella mengelus pipi Evelyn….
****************
Bersambung…
Isabella, Horny Morning
Seorang negro tengah mengintai dua orang gadis cantik bewajah orientall, ia mengendap-ngendap bagaikan seekor macan hitam besar yang tengah mengekori mangsanya, air liurnya menetes dari sudut bibirnya, matanya menatap liar merayapi tubuh kedua gadis cantik itu yang putih mulus.
Sementara batang penisnya yang hitam besar dan panjang sudah sedari tadi mengacung-ngacung tidak sabaran ingin segera menikmati kehangatan dan kemulusan mangsa cantik yang diincarnya, sesekali ia merangkak untuk bersembunyi dibalik semak-semak ketika Evelyn Shuang dan Isabella Leong menengokkan kepala mereka ke belakang, kedua gadis cantik itu tampak gelisah dan ketakutan.
“AOWWWWWWWWWWW.!!!!” Si negro menjerit keras dalam hati, matanya melotot, jarinya telunjuknya bergerak dengan reflek menyentil seekor semut yang tengah menggigit batang zakarnya, bibirnya yang tebal termonyong-monyong sambil meringis, ia manyun sambil menatap tajam sang semut yang jatuh terjengkang di atas rerumputan.
Sang semut berteriak keras “GILAAA…!!Daging apaan sihh ??!! Koq bau amatttt ??!!! HOEKKKK…!!!. Mampus DAHH..!! Nnnnggghhhhhhhhhhhhh” Semut kecil itu ambruk terjengkang ke belakang dan mati keracunan dengan wajah membiru.
Tangan si negro mengusap-ngusap benda kesayangannya kemudian melanjutkan mengekori Isabella dan Evelyn Shuang, ia terus mengekori keduanya sampai akhirnya memutuskan untuk menyergap kedua gadis cantik itu.
“aaaaawwwww……??!! ” hampir bersamaan Isabella dan Evelyn berteriak terkejut ketika seorang negro bertubuh hitam besar seperti seekor gorilla dengan kemaluan besarnya yang mengacung tiba-tiba melompat dari balik semak-semak.
“He he he… mau lari kemana kalian manisss ?? ” si negro menggeram sambil memperlihatkan gigi-giginya kemudian meraung dan menerkam kedua gadis cantik bermata sipit itu……..
“PLAKKKK…..!! PLAKKKKK…..!! NGEHEKKK…….!! “kepala si negro terbanting keras ke kiri dan kanan ketika Isabella dan Evelyn bergantian menampar wajahnya, nafasnya tersendat di tenggorokannya, ia memegangi selangkangannya ketika Isabella menendang batang penisnya.
Matanya melotot, mendelik, sambil memegangi batang penisnya yang kini bengkok seperti huruf “L”, tubuh besar hitam itu rubuh ke belakang, tim paramedis segera memberikan pertolongan baginya dengan segera membawanya ke bengkel KETOK MAGIC terdekat.
“AGGKHHH…. OUUHHHH…!! WADAWW…….!!NGAHAAK…!!”
Isabella dan Evelyn saling berpandangan ketika dari dalam bengkel ketok magic itu terdengar raungan dan erangan-erangan keras,dibarengi suara hantaman dan ketokan yang mengerikan,kedua gadis cantik bermata sipit itu bergidik ngeri, tanpa menunggu lebih lama, Evelyn dan Isabella segera berlari menyelamatkan diri. Mereka terus berlari hingga akhirnya mereka berdua berhenti kecapaian.
Sinar mentari perlahan-lahan pergi meninggalkan pulau itu digantikan oleh bayangan malam yang gelap. Akhirnya mereka tiba di sebuah lumbung padi yang tidak terpakai, Evelyn membaringkan tubuhnya yang kecapaian di sebuah lumbung padi, di atas tumpukan jerami, sementara di luar hujan gerimis mulai turun.
Isabella merangkak mendekati Evelyn yang sedang beristirahat, kedua matanya terpejam rapat, Isabella memperhatikan wajah Evelyn yang cantik dan imut, perlahan-lahan Isabella mengelus pipi Evelyn, ia buru-buru menarik tangannya yang merayap di dada Evelyn, setelah berhasil meredakan gejolak dihatinya Isabella membaringkan diri disisi Evelyn, keesokan harinya mereka kembali melanjutkan perjalanan memasuki daerah pedalaman di pulau itu, mereka terus berjalan untuk menghindari kejaran pria-pria negro yang mengerikan………..
“Isabella……itu…. ”
Evelyn mengacungkan jari telunjuk kanannya ke suatu arah, Isabella menengokkan kepalanya mengikuti arah jari telunjuk Evelyn, kedua gadis cantik itu saling berpandangan kemudian tersenyum penuh harap. Sebuah villa tua di tengah hutan. Dengan berhati-hati Isabella dan Evelyn mengintai villa tua itu, setelah yakin kalau keadaan aman barulah mereka berani mendekati dan membuka pintu villa tua itu.
“Haahhhh…..??!! ” mereka berseru kaget, dinding villa tua itu dipenuhi oleh gambar-gambar mesum, persetubuhan antara pria dan wanita-wanita cantik dalam berbagai macam gaya.
Wajah Isabella dan Evelyn bersemu merah karena merasa jengah, rasa lapar membuat mereka melangkahkan kaki mereka untuk menyisir setiap ruangan yang ada di villa tua itu berusaha mencari makanan yang dapat dimakan untuk mengisi perut mereka yang kelaparan. Wajah kedua gadis cantik itu tertunduk lesu, tidak ada sedikitpun makanan di sini, walaupun villa tua ini sangat terjaga kebersihannya.
Isabella terduduk di atas kursi sambil menghela nafas panjang, sedangkan Evelyn meraih selembar handuk yang ada di ruangan itu kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi terdekat. Evelyn melepaskan pakaiannya yang basah dan kotor, tidak berapa lama terdengar suara kucuran air shower dari dalam kamar mandi.
Isabella menolehkan kepalanya ketika mendengar suara pintu kamar mandi itu terbuka, nafasnya tertahan. Evelyn keluar dari dalam kamar mandi itu dengan hanya mengenakan selembar handuk yang menutupi tubuhnya, wajahnya yang mungil dan cantik, tubuhnya yang ramping, sepasang tonjolan mungil di dada gadis itu membuat imajinasi liar Isabella berkobar dengan dashyat, Isabella berusaha setengah mati untuk mengendalikan imajinasi liarnya.
“Evelynnn… pinjam handuknya dongg….” Isabella bangkit dari kursi dan menghampiri Evelyn
“Ehhhhh, nanti aku pakai apa ?? ” Evelyn tampak keberatan untuk melepaskan selembar handuk yang melilit ditubuhnya.
“Yaaaaa, sementara kamu terpaksa telanjang dulu sampai aku selesai mandi.” Isabella melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi kemudian dari sela-sela pintu Isabella mengulurkan tangannya, dengan terpaksa Evelyn melepaskan selembar handuk yang melilit di tubuhnya.
Udara malam itu semakin dingin sehingga tubuh Evelyn menggigil kedinginan, akhirnya setelah agak lama pintu kamar mandi itu terbuka, tanpa merasa malu Isabella keluar dalam keadaan bugil.
“Ehhhh ? Isabella ?? ……kamu… kamu ngapainn ?! ” Evelyn tampak risih ketika Isabella menggeliat-geliatkan tubuhnya dengan erotis, desah nafas dan rintihan lirih Isabella terdengar semakin keras.
“Eiiiittttt……!! ” Evelyn melompat, meloloskan dirinya dari terkaman Isabella yang terus menerkam, lagi, lagi dan lagiii….. sampai akhirnya Evelyn terpojok dan……..
“Ahhhh…, Heiiiii…, Isabella….!! Lepaskan…..!! ” Evelyn berusaha mati-matian melepaskan diri dari pelukan Isabella, sementara sebaliknya Isabella berusaha mati-matian menaklukkan Evelyn, semakin lama ia semakin beringas, diterkamnya tubuh Evelyn hingga keduanya jatuh bergulingan di atas lantai beralaskan kain permadani tebal.
“Auhhh… Cupppp Hmmmmmm Affffhhhhh…kamu gila Isabell, gilaaahhhhhhmmm…..” bibir Isabella mengecupi kemudian melumat-lumat bibir Evelyn. Rontaan-rontaan kuat Evelyn berubah menjadi geliatan-geliatan yang indah, sesekali Isabella mengimbangi tenaga Evelyn yang meronta berusaha melepaskan diri
“Ahhhhhhhhhhhhh……….. ” Entah kenapa Evelyn semakin merasa nyaman ketika Isabella menindih tubuhnya, rasa hangat yang terasa semakin nikmat mulai menjalari tubuhnya. Evelyn mulai berani membalas lumatan bibir Isabella, desahan-desahan panjang dan rintihan-rintihan lirih terdengar silih berganti dari bibir mereka.
Evelyn membuka mulutnya, dibiarkannya lidah Isabella menggeliat masuk dan menggelitiki rongga mulutnya, ia kini mulai berani membalas menjilatkan lidahnya, kedua gadis cantik itu saling menjilat lidah, sesekali bibir mereka menyatu dan saling melumat, suara erangan lembut dan rintihan-rintihan lirih semakin sering terdengar.
“Isabell , Ahhhhhhhh…….. ” Evelyn mendesah keras ketika Isabella mulai mencumbui batang lehernya, cumbuan Isabella semakin liar, ciuman, hisapan dan jilatan-jilatannya mendarat dengan semakin kasar dileher Evelyn yang jenjang.
“Cupppk…, Cepphhh, Emmmhh Sllccckk Cepppppphhhh…. ” suara berdecakan kembali terdengar ketika bibir Isabella dan Evelyn saling melumat, lidah mereka terjulur bersamaan saling menjilat dan mengait dengan lembut, Evelyn menjulurkan lidahnya lebih panjang ketika mulut Isabella menghisapi lidahnya, demikian juga sebaliknya lidah Isabella terbenam semakin dalam kedalam mulut Evelyn ketika Evelyn melumat dan menghisapi lidah Isabella dengan lahap.
Nafas Evelyn semakin tidak teratur ketika kepala Isabella makin turun ke arah dadanya, tubuh Evelyn menggelinjang kegelian ketika tangan Isabella mengusap-ngusap bulatan buah dadanya, Isabella tertawa kecil ketika Evelyn menggelinjang kegelian. Mulut Isabella terbuka lebar kemudian mencucup puncak payudara Evelyn, sambil menghisap-hisap putting gadis itu tangan Isabella meremas-remas induk payudara Evelyn dengan lembut.
“Ennnhhh, Ahhh… Isabelllaaaaa…….hhhhhhhhh… ” Evelyn memeluk tubuh Isabella ketika merasakan rasa nikmat yang menggelitik di puncak payudaranya, kedua kaki Evelyn membelit pinggang Isabella.
Rintihan-rintihan lirih dan rengekan kecil membuat suasana diruangan itu semakin memanas, gairah liar dimalan itu seakan-akan mengusir rasa haus dan lapar yang dirasakan oleh Isabella dan Evelyn, keduanya semakin terlarut kedalam sebuah pesona kenikmatan yang sangat sulit untuk dilukiskan di atas sebuah kanvas.
“Ihhhhhhhhhhh……, ” Evelyn menarik pinggulnya ke atas ketika merasakan hembusan-hembusan nafas hangat Isabella menerpa permukaan vaginanya,
Evelyn tersentak dan bangkit duduk sambil mencekal pergelangan tangan Isabella yang mengelus bibir vaginanya. Isabella tertawa kecil kemudian membenamkan wajahnya pada vagina Evelyn.
Evelyn terperangah matanya membeliak sementara mulutnya ternganga, wajahnya tertekuk mamandangi kepala Isabella yang terbenam di antara selangkangannya, matanya yang sipit mengerjap-ngerjap, sementara nafasnya tertahan-tahan ketika merasakan batang lidah Isabella mengelus lembut bibir vaginanya.
“Essshhhh, Ahhhhhh…!! Ohhhhhh isabelll…..!! ” Evelyn merintih pelan ketika Isabella mengecupi selangkangannya, tubuhnya menggeliat resah dalam posisi duduk, kedua tangan Evelyn bertumpu ke belakang, sementara kedua kakinya tertekuk mengangkang, sesekali kepalanya terangkat ke atas sambil mendesah lirih.
“Ohhhh, Evelynnnnnn, indah sekali……. ” Isabella menatap kagum pada belahan tipis di selangkangan Evelyn, jari telunjuk Isabella bergerak teratur mengulas-ngulas dan menelusuri belahan tipis di selangkangan Evelyn, berkali-kali ia tertawa kecil sambil mengangkangkan kedua paha Eveyln yang merapat karena kegelian.
“AUHHHHH……..!! Hssshhhhhhhh……” Evelyn mengeluh keras kemudian mendesis ketika mulut Isabella mencaplok selangkangannya, nafasnya tertahan-tahan, perlahan-lahan ia merebahkan punggungnya, kedua kakinya yang tertekuk mengangkang sesekali menjepit kepala Isabella.
Kemudian kembali mengangkang lebar keenakan ketika merasakan lumatan-lumatan Isabella di selangkangannya, berkali-kali tubuhnya menggelinjang ketika lidah Isabella yang basah dan hangat menjilati belahan vaginanya yang semakin basah karena cairan kewanitaannya yang semakin banyak meleleh
“Ahhhhhhhhhhhhhhhhhh……!! “kedua kaki Evelyn yang tertekuk dalam posisi mengangkang berkali-kali mengejang, sementara tubuhnya menggeliat resah ketika ujung lidah Isabella menusuki daging mungil yang selama ini belum pernah disentuh
Mata Isabella berbinar-binar menatap klitoris Evelyn yang semakin mengkilap dengan indah ketika lidahnya membasuh dan menggelitiki daging mungil yang menggemaskan itu, Evelyn semakin kelojotan ketika jari telunjuk Isabella mengurut-ngurut dan memijiti klitorisnya, ia membalikkan pinggulnya mengangkangi wajah Evelyn.
“Ahhhhhhhhhhhhh…..! ” Isabella menarik pinggulnya keatas ketika lidah Evelyn menjilat belahan vaginanya, dengan sigap tangan Evelyn menekan bokong Isabella ke bawah, diendus-endusnya belahan tipis di selangkangan Isabella, dihirupnya aroma vagina itu dalam-dalam, lidah Evelyn kembali terjulur untuk menjilati belahan bibir vagina Isabella sambil menjilati belahan vagina Isabella, tangan Evelyn meremas-remas buah pantat Isabella dengan lembut, desahan dan rintihan lirih terdengar bergantian dari bibir Isabella dan Evelyn, tubuh mereka tampak basah dilelehi cucuran air keringat, terkadang terdengar pekikan-pekikan kecil akibat tekanan hawa nafsu yang semakin liar, Evelyn semakin bernafsu melumat-lumat vagina Isabella, demikian juga Isabella semakin rakus mengenyot dan menghisap-hisap belahan vagina Evelyn hingga akhirnya….
“Ooow…!!.Crrrrrrrrrrrrr….Crrrrrrrrrrrrrrrrrttt….Isabell..laaaa….”
“Ahhhhhhhhhhhh… Evelyyyynnnnnn…..”
Deru nafas Evelyn dan Isabella memburu dengan kencang, kemudian hampir bersamaan mereka mendesah keras ketika merasakan denyut-denyut kenikmatan, rasa nikmat itu meledak bersamaan dengan cairan kewanitaan mereka yang menyemprot-nyemprot dalam denyutan kenikmatan, mulut Isabella melumat dan menghisap kuat vagina Evelyn, disedot-sedot dan dikenyotinya cairan kewanitaan Evelyn sampai kering…., Evelyn juga tidak kalah rakus menghisapi cairan vagina Isabella, tubuh – tubuh indah itu tampak basah dicucuri lelehan air keringat, beberapa saat kemudian tubuh Isabella meneduhi tubuh Evelyn, kedua gadis itu saling berpelukan dan memandang dengan mesra, bibir mereka menyatu dan saling melumat.
Kedua dara berwajah orientall itu tertawa kecil sebelum akhirnya mata kedua gadis cantik itu terpejam rapat, Evelyn dan Isabella terbuai dalam pelukan dunia mimpi yang indah. Sementara sosok-sosok hitam tinggi besar mulai mengelilingi rumah itu. Dua orang dari para negro itu maju ke depan, tampaknya ia cukup disegani diantara negro-negro lainnya, tubuh mereka besar dan gemuk. Wajah kedua orang negro itu tampak beringas dan kejam
************************
Pagi hari…
Isabella menggeliatkan tubuhnya ketika merasakan rasa geli yang merayapi buah dadanya, wajahnya tampak begitu renyah ketika menikmati remasan-remasan lembut yang meremas-remas payudaranya, bibirnya tersenyum dan mendesah-desah pelan. Seseorang mencekal pergelangan tangannya dan menekankan tangan gadis itu terentang diatas kepalanya. Mata Isabella tertutup oleh sehelai kain yang melilit dikepalanya.
“Evelyn….. jangan nakal ah…geliiiii…. ” Isabella berusaha menggeser-geserkan buah dadanya menghindari tangan seseorang yang sesekali mencubit dan memilin-milin putingnya, mengerayangi bulatan susunya dan juga membelai-belai puncak payudaranya…………………..
“Ufffhhhhhhhhhhh…,! ” Isabella meringis ketika tiba-tiba merasakan kenyotan kuat di puncak payudaranya, tubuhnya sampai melenting – lenting keatas ketika sedotan-sedotan itu semakin kuat mengenyot puncak payudaranya.
“HE… HE… Heee…..”
“Evelynnnn…..??!! ” Isabella memanggil nama Evelyn, ia mulai resah ketika mendengarkan suara terkekeh yang serak dan berat,yang pasti itu bukan tawa suara Evelyn, lagi pula? Ohh sepertinya ini sebuah ranjang yang empuk, berbegai macam pertanyaan berkecamuk dibenak Isabella, ia mengerjap-ngerjapkan matanya ketika penutup matanya dibuka oleh seseorang.
“Ahhhhhhhhhhh……!! “Isabella berseru terkejut setengah mati, sosok-sosok hitam besar mengelilingi dirinya, yang dua mencekal dan merentangkan tangannya, sedangkan yang satu tengah menindih tubuhnya, tiga orang negro berwajah beringas terkekeh-kekeh mesum, ketika ia berontak berusaha untuk melepaskan dirinya. Benar-benar gila tenaga ketiga orang negro itu, akhirnya malah dirinya sendiri yang terengah-engah kehabisan nafas,
“JANGANNN…..!! Awwwww……………. ” Isabella menjerit ketika si negro yang tengah menindih tubuhnya kembali mengenyot dan menjilati putting susunya, lidah si negro begitu ahli menggelitiki pentil susu Isabella yang semakin meruncing karena dirangsang olehnya dengan jilatan, kecupan dan juga hisapan-hisapan yang kuat di pucak buah dadanya yang semakin membusung dan membuntal padat.
“Nge He He He, do you like it babe?” si negro bertanya sambil menjepit putting Isabella kemudian memelintir-melintirnya, sesekali si negro menarik-narik pentil sang gadis yang merintih pelan. Isabella menggelinjang kegelian ketika bibir kedua orang negro lainnya ikut mengecupi dan menjilati ketiaknya, sesekali ia memekik kegelian ketika merasakan gigitan-gigitan lembut di ketiaknya yang putih bersih.
“Krrryuuuuukkkkk…..!! ” ketiga orang negro itu tersenyum mendengarkan suara perut Isabella yang kelaparan, salah seorang dari mereka keluar dari dalam kamar dan kembali dengan membawa kantung plastik yang terisi penuh oleh potongan-potongan daging ayam bakar.
“Are you hungry baby…..?? ”
Isabella mengangguk, ketiga orang negro itu mendudukkan Isabella di tepian ranjang, dua negro duduk di sisi kanan dan sisi kirinya sementara negro yang membawa makanan berdiri sambil menyodorkan batang penisnya kehadapannya.
“Make me cum first…..And I will give you some food to eat… ”
Tangan Isabella bergetar hebat ketika berusaha menyentuh batang penis si negro, akhirnya dengan menekan harga dirinya, kedua tangannya menggenggam batang itu.
“Hmmmmm…good girl…., I think I give you thisss.” si negro mengeluarkan sepotong kecil daging ayam bakar kemudian menyodorkannya ke depan mulut Isabella yang terbuka, dengan lahap ia mengunyah potongan daging ayam itu, tangan kedua orang negro yang duduk di sisi kiri dan kanan mengusapi buah dada Isabella dan terkadang dengan kurang ajar tangan mereka mengusapi paha dan vaginanya yang botak. Jembutnya kini sudah tercukur habis, sepertinya negro-negro itu mencukur habis jembut Isabella pada saat gadis itu tertidur dengan pulas.
Wajah Isabella semakin merona merah karena jengah ketika si negro menyuruhnya untuk mulai melakukan kocokan-kocokan pada batang hitam yang panjang itu. Kulit yang menutupi kepala penis si negro yang kulup tertarik ke bawah, sebuah benda berbentuk helm tersembul-sembut ketika kulit penis yang menutupi benda mesum itu tertarik-tarik ke bawah.
“Ennnhhh, Ahhhhhh.., Owwwwwssshhhhhhhh” sambil mengocok-ngocok batang penis yang hitam dan besar itu, bibir Isabella merintih-rintih dan mendesah kecil karena kedua orang negro yang duduk di sisi tubuhnya berkali-kali menundukkan kepala mereka yang botak ke arah payudaranya, bibir-bibir tebal kedua orang itu mengecupi bulatan dada Isabella, mulut mereka berkali-kali mampir untuk menghisap-hisap puncak payudaranya, tangan-tangan mereka yang duduk di sisi tubuh gadis itu berkali-kali menggerayangi bulatan buah susunya yang semakin membuntal padat.
“OPEN YOUR MOUTH ”
“Nowwww…, Try thisss he he he……. ” setelah Isabella membuka mulutnya, si negro menjejalkan kepala penisnya kedalam rongga mulutnya, kedua orang negro yang duduk disampingnya menarik kedua tangan gadis itu ke belakang, sementara kedua tangan si negro yang berdiri di hadapannya menekan kepala Isabella bagian belakang sambil menggerakkan batang penisnya maju mundur dengan teratur.
“Emmmhhh… Emmmmmmmmm….??! ” Wajah Isabella mengernyit ketika batang penis si negro menekan semakin dalam hingga menusuk kerongkongannya, rongga mulutnya terisi penuh oleh batang penis yang besar dan hitam, nafasnya semakin lama semakin tidak beraturan ketika si negro berkali-kali merojokkan penisnya yang besar dan hitam itu dalam-dalam.
“Uhukkkk… Uhukkkk… jangannn.., tolong jangan…Uuhkk ” Isabella memohon sambil terbatuk-batuk, untuk sesaat membiarkan Isabella sampai gadis itu agak tenang, Isabella terus memohon agar si negro tidak mendeepthroatnya dengan penis yang hitam dan bau itu, namun batang penis yang besar itu kembali dijejalkan oleh si negro untuk menyumpal mulutnya.
“OUFHHH…..!! ” Isabella memuntahkan penis si negro, dijilatinya batang penis itu dan kemudian diemut-emutnya kepalanya yang besar dan mengeluarkan lendir lengket yang menjijikkan dari mulut penisnya, mulut si negro termonyong-monyong ketika merasakan hisapan-hisapan kuat di kepala kemaluannya.
Isabella tampak gelisah ketika tubuhnya digusur dan ditelentangkan di atas ranjang empuk itu, si negro mengganjal bokong Isabella dengan sebuah bantal, lalu mengangkangkan kedua kakinya dengan paksa, kemudian kepala si negro terbenam di selangkangan Isabella.
Lidahnya menari-nari di atas permukaan vagina Isabella, sebuah tarian lidah yang membuat tubuh Isabella tersentak dan menggelinjang keenakan, kedua orang negro lainnya yang berbaring di sisi kanan dan kiri gadis itu juga tidak mau kalah, lidah mereka menari-nari mengulasi bulatan dada Isabella yang membuntal padat, rintihan-rintihan lirih Isabella terdengar diiringi suara terkekeh-kekeh mesum ketiga orang negro yang tengah menjulurkan lidah mereka mengulas-ngulas vagina dan kedua puncak payudaranya.
“Awhhhhhhhhhhh…..???? ” Isabella menjerit keras ketika tangan si negro menekan kasar pinggiran bibir vaginanya, mata si negro melotot menatap belahan vaginanya yang mulai merekah dengan indah, diendus-endusnya belahan vagina yang tampak basah oleh cairan kewanitaan gadis itu.
“Hemmm, Snifhhh, Snifffhhhh, smell so gooddd He he he “mulut si negro terbuka lebar kemudian mencaplok belahan tipis yang merekah di selangkangan Isabella. Cerita ini diupdate oleh situs
“Ahhhhhhhhhhhhhhhh….!! Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhh……!! ” tubuh Isabella melenting-lenting ketika mulut si negro menghisap-hisap selangkangannya, jeritannya bertambah keras ketika puncak payudaranya dilumat kuat-kuat oleh bibir-bibir tebal yang semakin keasikan mencaplok dan melahap buah dadanya.
Mata Isabella menatap ngeri ketika kepala penis si negro menempel di pintu vaginanya, tubuhnya mengejang ketika kepala penis yang besar itu menggeliat berusaha memasuki belahan vaginanya. Batang penis yang hitam, besar dan panjang itu terkadang tertekuk ketika menggeliat berusaha membelah belahan tipis di selangkangannya.
“Mampus aku, ohhhhh….!!Ohh!!! aduhhhh….ARGGGHHHH…!!” Isabella mengaduh kemudian mengerang keras ketika batang hitam besar itu berhasil menyusup dengan gerakan kasar, bibir Isabella membentuk huruf “O” kemudian melolong keras ketika penis si negro menusuk keras belahan vaginanya
“OWWWW……!!Krrttttttttt… Brrrttttttttttt….. Brrrrrrrrrrrrttt…..” selaput kegadisan Isabella hancur berantakan dihantam batang penis si negro yang besar dan panjang. Isabella merintih pelan kemudian terisak-isak menagis, pria hitam besar seperti kingkong itu merengut kegadisannya.
“Ha Haaaa Haaaa…..” ketika negro itu malah tertawa lepas ketika tubuh Isabella kelojotan menahan rasa sakit yang luar biasa ketika si negro kembali menghentakkan batang penisnya dalam-dalam, ketiga orang negro itu tampak senang mendengarkan jeritan dan lolongan keras Isabella yang kesakitan setengah mati ketika vaginanya berkali-kali dihantam oleh batang penis yang hitam besar dan panjang.
“Dammmm….!! O YEAH BABYYY…. UHHHHHHH….. YESSSS….. ” mulut si negro semakin monyong sambil memaksa menjejalkan batang penisnya yang hitam besar semakin dalam merojok-rojok belahan vagina Isabella.
“Ahhhh….!! Aduhhhh sakitttt….!! Owwwwwwww….. !!” tubuh Isabella mengejang hebat ketika penis itu bergerak kasar masuk lebih dalam menusuk belahan vaginanya, batang penis yang hitam itu tampak terbasuh oleh cairan berwarna kemerahan ketika si negro menarik benda hitam itu keluar,
Isabella menjerit keras ketika batang besar itu kembali ditekankan pemiliknya dengan kasar membelah belahan vaginanya. Payudaranya menjadi mainan yang mengasikkan bagi kedua negro yang berbaring disisi kanan dan sisi kiri tubuhnya, induk payudaranya diremas-remas dengan kasar oleh tangan-tangan kekar hitam, putingnya dihisap dan dilumat habis-habisan oleh bibir-bibir tebal yang menyusu dengan rakus.
“Ennnhhh…, Annnhhhh.., Owwww, Ehhhhhhhhhssshhh, Akkhhhhh ” Isabella tampak tersiksa ketika batang penis si negro yang hitam dan besar itu mulai bergerak dengan teratur menyodoki belahan vaginanya, sesekali tubuh Isabella melenting ketika si negro menghentakkan batang penisnya dengan gemas.
“Ouhhhh….!! Ahhhhhhh… Ahhhhhhhhhh…. Ennnnnggghhhhh….. ” Isabella melotot ketika merasakan sodokan-sodokan kasar yang menyakitkan menusuki selangkangannya, erangan Isabella terdengar semakin keras ketika si negro semakin liar menghujamkan batang penisnya merojok-rojok vagina gadis itu, tubuh Isabella semakin basah, butiran keringatnya mengucur dengan deras melelehi tubuhnya yang terguncang dengan hebat tanpa daya, lumayan lama Isabella tersiksa oleh sodokan-sodokan liar si negro, sampai akhirnya siksaan itu berubah menjadi kenikmatan yang tiada tara.
“Uhhhhhh……, Hsssshhhhhh ” Isabella mengeluh sambil menggelinjang keenakan, ia merasakan sodokan-sodokan yang semula begitu menyakitkan baginya kini terasa semakin mengasikkan dan nikmat, Isabella semakin membusung payudaranya keatas sambil memeluk kepala kedua orang negro yang sedang menjilati puttingnya
“mmmmhhhh… Ohhhhhhh………, Crrrrrrrr Crrrrrrrrrrrrr ” Isabella mendesah panjang ketika penis si negro memaksa vaginanya memuntahkan cairan kenikmatannya. Batang penis yang hitam dan panjang itu bergerak dengan lebih lembut disaat Isabella mencapai puncak kenikmatannya. Si negro menghentikan sodokannnya, matanya menatap dan merayapi tubuh Isabella, bibirnya yang tebal tersenyum menyaksikan Isabella meringis sambil mendekap dua buah kepala yang sedang asik melumat-lumat buah dadanya.
“H…..Hhhhhh… Nnnnnhhhhh…. ” nafas Isabella sesekali terhembus dengan kuat ketika si negro menarik penisnya sampai sebatas leher penis dan kemudian menjebloskannya dengan kuat hingga batang yang hitam besar dan panjang itu kembali amblas sedalam-dalamnya membelah belahan vaginanya yang peret dan seret.
Si negro yang sedang menggenjot Isabella tiba-tiba mengganti posisi, ia duduk di pinggiran ranjang, kemudian Isabella disuruh untuk menduduki penisnya dengan belahan vaginanya. Isabella mendesah pelan ketika lidah si negro menggelitik, menjilat-jilat daun telinganya. Isabella menolehkan kepalanya ke belakang ketika pinggulnya ditarik turun oleh sepasang lengan yang hitam dan kekar.
Kepala penis si negro yang hampir masuk tiba-tiba tergelincir karena licinnnya belahan Isabella, si negro tampak kecewa kali ini dengan hati-hati tangan kiri si negro mengarahkan kepala penisnya pada belahan vagina Isabella, sementara tangan kanannya yang membelit pinggang gadis itu menarik tubuhnya turun. Perlahan-lahan kepala penis si negro mengeliat-geliat memasuki belahan bibir vagina Isabella yang kecil mungil.
“Hemmmmpppphhhh……… ” wajah Isabella terangkat ke atas menatap langit-langit ketika merasakan penis besar itu kembali menusuk masuk dengan susah payah, gerakan penis itu tersendat-sendat karena lubang vagina Isabella yang sempit kesulitan menerima batang kemaluan si negro yang besar dan panjang, mata Isabella mendelik sementara mulutnya membentuk huruf “O” , ketika si negro terkekeh-kekeh sambil menarik pinggangnya untuk terus turun.
Darah keperawanan Isabella meleleh bercampur dengan cairan kewanitaannya membasuh batang hitam besar yang tertancap dengan kokoh di belahan bibir vaginanya yang memar kemerahan, seluruh tubuhnya mengejang kuat ketika penis besar itu menyentak-nyentak dengan kasar. Jeritan-jeritannya malah disambut dengan jeritan-jeritan liar kedua negro lainnya yang menyemangati seorang teman mereka agar lebih liar menyetubuhinya.
“Come on Bro, fuck herrr…. YEAHH……! ”
“HARDER BROOO…, HARDERRRR……!!!! ”
“Ahhhh…., Ahhhhhh… Awwwwhhhh…!!” tubuh Isabella tersentak-sentak ke atas dihantam penis si negro yang besar, berkali-kali ia terperangah dalam sodokan-sodokan kasar yang terasa semakin nikmat. Tubuh si negro dan tubuhnya semakin basah, keringat Isabella yang mengucur dengan deras seakan-akan menjadi penambah semangat bagi si negro.
Wajah si negro yang buruk dan hitam itu berseri-seri ketika mendengar pekikan-pekikan kecil Isabella saat penis yang hitam dan besar itu berkali-kali menyodok belahan bibir vagina Isabella dengan kuat.
Entah berapa kali si negro memaksanya untuk berkubang di dalam lumpur kenikmatan sampai akhirnya si negro memacu batang penisnya semakin cepat dan KECROTTTT….. KECROTTTTTT……! Isabella mengerang pelan ketika penis yang hitam dan besar itu dicabut oleh pemiliknya, Isabella sempat melirik kearah sebatang penis besar yang kini telah layu di selangkangannya si negro yang baru saja menyetubuhinya dengan liar.
Isabella mencoba untuk meronta ketika dirinya dipaksa menungging. Seorang negro dengan rambut keriting tersenyum sambil menepuk-nepuk dan meremas buah pantatnya, sebatang penis yang masih segar mulai menggesek – gesek belahan pantatnya, Isabella buru-buru menarik pantatnya ketika kepala penis si negro mencolek nakal lubang anusnya.
“Jangannn…, tolongg jangan ….. Ennhhhh..!!” Isabella memohon belas kasihan ketika merasakan benda tumpul yang keras mulai menekan-nekan lubang anusnya sementara tubuhnya direjang dengan kedua tangannya dipiting ke belakang.
“Ennnhhh!! Jangann…!! Akhhhhh….!! OWWW! !HEKKKSH…!! “Isabella hampir saja kehilangan kesadaran ketika penis si negro menyobek lubang anusnya. Kepala penis itu tenggelam disertai erangan kesakitan Isabella, si negro tersenyum menatap lubang anus Isabella yang akhirnya bersedia menerima kepala penisnya, lubang kecil yang sempit itu menggigit kepala kemaluan si negro. Diremas-remasnya buah pantat Isabella sebelum akhirnya ia memutuskan untuk merojokkan batang kemaluannya lebih dalam.
“Arrrhhhh, Ennnnnnrrrhhhhh, Nnnnnnnggghhhakkksss….!!!! ” batang besar itu bergerak masuk semakin dalam ketika si negro menjejal-jejalkannya dalam gerakan menyentak-nyentak yang kasar dan kuat. Tubuh Isabella terdorong – dorong dengan kuat, suara erangannya terdengar semakin keras ketika batang penis yang besar dan panjang itu menusuk semakin dalam. Si negro menarik pinggang Isabella sambil mendesakkan benda besar di selangkangannya. Mata si negro semakin sayu ketika selangkangannya mendesah bongkahan buah pantat Isabella yang halus dan lembut.
“EAWWWWHHHHHHHH………!!!Ampunnn Owhhhhhhhh…..!!” Isabella menjerit keras ketika si negro mulai melakukan gerakan memompa, menggenjot- genjot lubang anusnya, rasa panas dan perih mengiringi ketika batang penis si negro yang besar dan kering bergesekan dengan dinding anusnya. Si negro merasakan rasa nikmat yang luar biasa sedangkan sebaliknya Isabella merasakan rasa sakit yang tiada taranya.
“Nnnnnhhhhh….. Arrrgggggghhhhhh……!!sakiiiitttt Aduhhhhh Oawwww ” Isabella mengerang keras ketika penis besar itu amblas dengan sempurna kemudian mengaduk-ngaduk lubang anusnya. Berkali-kali Isabela melenguh kemudian merintih dan meringis ketika batang penis yang hitam besar itu mengaduki duburnya.
“AUHHHH….! AHHHHH….!! AWWWWWWHmmpppphhhh..!” Jeritan Isabella mendadak lenyap ketika sebatang penis menyumpal mulutnya, air matanya meleleh dari sudut matanya yang sipit. Tubuhnya terasa lemas tidak bertenaga ketika batang penis itu menghantami lubang anusnya, rasanya begitu ngilu dan menyakitkan, nafasnya tersenggal-senggal ketika sebatang penis yang hitam dan panjang itu berulang kali mendeepthroatnya hingga kehabisan nafas.
“Plokkkk… Plokkkkk Plokkkkkk……!! ” terdengar suara benturan-benturan buah pantat Isabella yang sedang dihajar oleh benda besar di selangkangan si negro, dengan teratur si negro menjaga irama sodokannya, ia berulang kali menggeram gemas sambil merojok-rojokkan penisnya kuat-kuat menyodomi Isabella, ia tambah gemas dan bernafsu menyodokkan penisnya ketika mendengarkan jeritan-jeritan Isabella yang kesakitan setengah mati
“Jangannn……!! Ahhhh……,Sllccckkkk… Ckkkkk… Ckkkkk ” Tangan Isabella menahan batang penis yang hendak menyumpal mulutnya, lidah Isabella melingkari kepala penis si negro dan mencoba memberikan service terbaiknya, dijilatinya batang hitam besar di selangkangan si negro, dikecupinya penis hitam yang bau sangat menyengat itu, digelitikinya lubang di kepalanya, mulut Isabella berdecakan ketika menjilati, mengecupi dan mengulum-ngulum penis si negro, sementara tubuhnya terus terdorong-dorong dengan kuat disodomi oleh si negro berambut keriting yang terkekeh mesum sambil terus menghujam-hujamkan batang penisnya.
“Ennnhhh Ahhhhhh…..!! Owwww…..!! ” tubuh Isabella menggeliat pelan ketika, lubang anusnya terasa semakin gatal walaupun terasa sedikit ngilu ia berusaha menikmati batang penis si negro yang sedang menggaruk-garuk lubang anusnya.
“Blepppp…. Blooofffff….. Blepppppp, Plokk… Plokkkk ” suara batang penis yang sedang asik mengebor lubang anus Isabella, sesekali si negro menarik penisnya keluar dari lubang anus Isabella untuk mengintip isi anus Isabella sebelum lubang anus itu mengkerut si negro buru-buru membenamkan batang penisnya kembali dengan satu sentakan yang kuat dan kasar.
“Auhhhhhh………………….!! ” Isabella mengeluh ketika si keriting mencabut batang penisnya, tangan kekar itu membalikkan tubuhnya, si keriting menggeram dan menerkam tubuh Isabella yang sudah pasrah tanpa daya, mata dua negro lainnya berbinar-binar menyaksikan pergumulan yang liar.
“Essshhhh, Emmmhhhh… Mmmmhhhhh…. ” bibir si negro yang tebal melumat bibir Isabella, kemudian lidahnya terjulur keluar menjilati pipi, bibir dagu dan rahang Isabella.
“Uhh…… ” Isabella melenguh pelan ketika merasakan jilatan dan hisapan kasar di lehernya, kecupan-kecupan si negro yang semakin liar kini turun ke arah dada.
“AHHHHHHH……………………!!” Isabella menjerit keras ketika mulut si negro mencaploki dan menghisap kuat payudaranya, tubuh Isabella yang basah dan halus mulus menggelinjang -gelinjang dibawah tindihan si negro, keringatnya bercampur dengan keringat si negro.
“Nnnnhhhh…., Ahhhhhhhhhh….. ” Isabella merintih ketika gigi si negro menggigit-gigit putingnya yang semakin meruncing dan menghisap puncak payudaranya yang membuntal padat.
“Emmmmmmffffffffffffff……..,, Aaaaaaaaaaaaa……!!! ” seluruh tubuh Isabella mengejang ketika merasakan sesuatu yang besar kembali memaksa berusaha memasuki belahan mungil di selangkangannya. Diiringi satu jeritan yang keras tubuh Isabella melenting ketika benda besar itu menekan dengan kasar, memasuki belahan bibir vaginanya.
“Ohhhhhhhhhhhhhh, besar sekaliiii…., Ekkkhhhhh….,, Ouuuwww….!! ” Tubuh Isabella kembali terhentak-hentak dengan kuat ketika si negro mendesakkan selangkangannya, tanpa ampun benda besar itu menusuk-nusuk vagina Isabella
“Uccchhhhh…, Crrrr Crrrrrrrrrr Crrrrrrrrrrrrrrr…….. ” Isabella memeluk kuat-kuat tubuh besar yang sedang memompanya untuk melampiaskan siksaan puncak klimaks yang terasa begitu nikmat, si negro membalas pelukan Isabella dengan menghempas-hempaskan batang kemaluannya dengan lebih cepat dan kuat hingga Isabella terengah-engah kehabisan nafas, untuk beberapa saat lamanya Isabella terguncang dengan kuat dibawah tindihan si negro sebelum akhirnya memekik dalam kenikmatan, Isabella merengek-rengek bahkan hampir menangis ketika si negro semakin kuat memacu penis yang hitam besar dan panjang itu untuk merojok-rojok vaginanya.
“H….hhhhhh… Hhhhh…… Hhhhhhhhhhh ” nafas Isabella terengah-engah ketika akhirnya batang hitam itu terlepas dari vaginanya. Tangan-tangan ketiga orang negro itu merayapi tubuhnya, sesekali tubuh mulus Isabella menggelinjang kegelian ketika telapak-telapak tangan itu mengelusi bagian tubuhnya yang sensitif.
Dua negro membimbing Isabella menduduki batang penis si negro berwajah vodet. Isabella merintih dan memekik keras ketika batang hitam itu kembali mengoyak belahan tipis di selangkangannya yang sudah memar kemerahan. Ia menegokkan kepalanya ke belakang ketika seorang negro menghimpit tubuhnya dari belakang…………
“TIDAKKKKKK……….!! AKHHHHHH….. ” Isabella terperanjat ketika sebuah sodokan keras menghantam lubang anusnya, tubuhnya menggeliat-geliat ketika dua batang penis yang hitam dan besar itu mulai bergerak liar, menyodok – nyodok vagina dan merojok-rojok lubang anusnya.
“Ohhhhh..?? “Isabella menatap ngeri pada sebatang penis yang mendekati wajahnya, sebelum sempat untuk menolak penis yang bau itu sudah menyumpal rongga mulutnya.
Mata Isabella mendelik ketika merasakan rambutnya dijambak ke belakang oleh si negro yang sedang menyodominya. Wajahnya mengernyit ketika merasakan batang hitam yang besar itu menyodok dan menyesaki kerongkongannnya, nafasnya tersenggal-senggal ketika batang besar itu bergerak mendeepthroatnya.
Ketiga negro Itu terus asik memacu batang penis mereka tanpa mempedulikan Isabella yang kewalahan setengah mati menghadapi serangan-serangan dari ketiga batang penis yang meyodomi, merojok vaginanya dan mendeepthroatnya dengan kasar.
“CROOTTTT…..!! ”
“CROOTTTTTTTTTTTTTTTTTT….. ”
“KECROOTTTT….. Crrrrrrrrr ”
Tubuh Isabella menggigil ketika ketiga batang penis itu masuk dalam-dalam, meyesaki vagina, anus dan kerongkongannya. Tubuh Isabella bergetar dengan hebat dan Cretttttttttttttt…. Srrrrrrrrrrrrrrrr Crrruuutttt vagina Isabella berdenyut-denyut dengan nikmat, ia berusaha membuka matanya. Sinar matahari pagi yang hangat membelai tubuhnya, Isabella kembali mendesah ketika sebatang penis kembali menyesaki belahan vaginanya, beberapa saat kemudian tubuhnya kembali terguncang-guncang dengan semakin kuat…………….
“AHHHHHHHHHHHHH…!!! ” Evelyn Shuang melompat dari atas ranjang, gadis cantik itu bergidik ngeri ketika dua sosok tubuh yang luar biasa gemuk dan besar itu bangkit dengan santai. Wajah mereka tampak beringas, bibir tebal itu tersungging sinis merayapi tubuh mungil Evelyn. Evelyn menolehkan kepalanya ke arah pintu kamar, gadis cantik bermata sipit itu mundur teratur, tiba-tiba ia membalikkan tubuhnya dan berlari ke arah pintu kamar yang tertutup dengan rapat….
***********************
Sementara di tempat lain di pulau tersebut…
“Hosh…hosh…hosh!!” Ananda Mikola berlari ngos-ngosan sambil sesekali menengok ke belakang.
Sampai di sebuah pohon besar ia buru-buru bersembunyi di baliknya dan mengatur kembali nafasnya yang hampir putus itu. Bibirnya yang sudah dari sananya monyong itu jadi terlihat tambah monyong seperti cumi-cumi karena ngos-ngosan. Setelah merasa aman, ia memberanikan diri mengintip sekeliling,
“Huh…di mana tuh makhluk?? Amit-amit kalo sampe ketangkep” Ananda celingak-celinguk memeriksa sekitarnya, sepi…tidak ada apa-apa selain suara angin berdesir membelai dedaunan di pohon.
“Yes…akhirnya aman, sekarang bisa keluar deh gua!” katanya dalam hati dengan girang.
Ananda melangkah pelan keluar dari persembunyiannya di balik pohon besar itu, tapi baru beberapa langkah berjalan ia merasakan lehernya tersengat.
“Bah…serangga sialan, mana gede-gede lagi!” gerutunya sambil memegang lehernya yang terasa disengat.
Hei ternyata ada sesuatu menempel di lehernya itu, setelah dilihatnya, ternyata bukan nyamuk…bukan tawon…tapi sebuah jarum dart yang biasa ditembakkan dengan semprit, seketika itu pun ia merasakan syaraf-syaraf motorik di tubuhnya berhenti bekerja.
“Wadoh…ngehek!” tubuh Ananda langsung ambruk ke tanah.
“Wahahaha….akhirnya kena juga lo…gimana sih sama gua kok malah kabur gitu?” sahut Dorce Gamalama yang tiba-tiba keluar dari balik semak-semak, tubuhnya mengenakan pakaian kulit binatang ala Flinstone.
“Waaa…jangan bunda…ampun…!!” Ananda memohon-mohon tanpa bisa menggerakkan tubuhnya yang mati rasa melihat Dorce yang mendekatinya dengan senyum penuh kemenangan.
“Yee…jangan apaan? dari awal lu nongol di acara gua, gua udah kesengsem sama lu tau…ayo dong sini Nanda sayang!” kata Dorce dengan gayanya yang jijay bajaj, “biar lu balapannya cupu, gua tetep naksir lu loh!”
“Jangan bunda…nggak mau….waahh!” Ananda hanya bisa menjerit-jerit ketakutan ketika Dorce mulai menarik lepas celananya.
“Alahh…lo sama si Bella kan dah putus…sama gue aja napa? Gua kan juga seksi lagi” sahut Dorce seraya menarik celana dalam Ananda sehingga burung di baliknya pun terlihat.
“Idih…kok imut banget sih burunglu Nda, kutilan lagi!” Dorce tersenyum-senyum memegangi penis Ananda yang ukurannya tidak sampai sekelingking orang dewasa itu dan ada kutil di permukaannya, “pantes si Bella ninggalin lu, ga puas tuh dia…duh kasian deh lu, ya dah sama Bunda aja, dijamin o…yeee!”
Dorce bangkit berdiri dan melepaskan baju Flinstone-nya memperlihatkan tubuh telanjangnya yang….udah ah, silakan bayangkan sendiri saja ya, soalnya ntar kalau dideskripsikan secara detil, Yohana takut dituntut para mupengers yang muntah darah atau mungkin pingsan di depan komputernya (^_^;).
“Ooekk…beuuhh!” wajah Ananda memucat seperti mayat dan mual-mual melihat tubuh telanjang Bunda Dorce yang….bipp…bipp (sensor).
Dorce lalu membalikkan tubuh Ananda yang mati rasa itu hingga telungkup dan menaikkan pantatnya hingga nungging.
“Jangan Bunda!! Bunda mau apa!?” Ananda makin pucat melihat Dorce yang tersenyum lebar sambil memegang terong di tangannya.
“Wuehehe…emangnya cuma lu doang yang bisa pake sendok…gue juga bisa nih pake terong, oke deh sekarang saatnya…Dorce show…show…show!” seru Dorce sambil menghujamkan terong itu ke pantat Nanda. “Waaahhh…ampun dahh!!” jerit Nanda.
Bersambung…
Evelyn, Innocent Gone Wild (Final)
Evelyn merasakan tubuhnya seolah melayang-layang dibuai oleh kenikmatan, ketika merasakan belaian dan remasan lembut di payudaranya. Isabella Leong telah sukses menjerumuskannya ke dalam bara api kenikmatan yang sangat sulit untuk ditolak, walaupun ia menyadari bahwa mereka berdua sama-sama seorang wanita. Ohhh, Evelyn melenguh ketika merasakan telapak tangan seseorang merayapi payudaranya.
Ia yakin Isabellalah yang menggerayangi dan meremasi payudaranya, Evelyn merasa malas untuk membuka matanya karena masih mengantuk, dibiarkannya telapak tangan yang kasar itu mengelusi tubuhnya yang mulus, terkadang ia tertawa kecil kegelian ketika telapak tangan yang kasar itu merayapi wilayahnya yang sensitif.
“Ihhhh, Isabella, aduhhh geliiii, ihhhhh, he he he” Evelyn terkekeh kegelian ketika merasakan elusan-elusan di puncak payudaranya
Evelyn menekuk kedua kakinya kemudian mengangkang ketika merasakan remasan-remasan lembut di selangkangannya, ia melenguh pelan ketika merasakan remasan-remasan itu semakin kasar. Tubuhnya menggeliat-geliat kegelian, tangannya membelai kepala yang sedang menciumi bulatan payudaranya, OHHH??!!! BOTAKKKK…BERAMBUT TAJAMMMM!!!, Evelyn membuka matanya lebar-lebar, ia terperanjat ketika menyadari siapa yang menggerayangi tubuh mulusnya.
“Ahhhhhhh!!!” Evelyn melompat dari atas ranjang, gadis cantik itu bergidik ngeri ketika dua sosok tubuh yang luar biasa gemuk dan besar itu bangkit dengan santai, wajah mereka tampak beringas, bibir tebal itu tersungging sinis merayapi tubuh mungilnya, Evelyn menolehkan kepalanya ke arah pintu kamar, gadis cantik bermata sipit itu mundur teratur, tiba-tiba ia membalikkan tubuhnya dan berlari ke arah pintu kamar yang tertutup dengan rapat.
“Cekklekkk.., ceklekkkkk….. ohh tidakkk….” Evelyn semakin panik, pintu kamar itu terkunci, ia membalikkan tubuhnya ketika mendengarkan suara langkah kaki menghampirinya dari belakang.
“Ouhhhh…..” Evelyn menghindar ketika si negro bergigi ompong menerkamnya, ia cengengesan sambil kembali menerkam tubuh mungil Evelyn namun gadis itu kembali meloloskan dirinya dengan sukses.
Si negro berbibir sumbing ikut-ikutan menerkam-nerkam tubuh Evelyn hingga akhirnya Evelyn tersudut di sudut kamar itu, dengan posisi dikurung oleh dua orang negro bertubuh tinggi besar, bertubuh gemuk luar biasa, mata Evelyn melotot menatap benda besar yang hitam dan panjang mengacung di selangkangan si negro, batang besar yang panjang itu tampak begitu perkasa dikelilingi urat-urat yang bertonjolan, tubuh kedua orang negro itu begitu gemuk, tinggi besar.
“Aduhhhhh…. Lepaskannnn….!! ” Evelyn marah ketika si negro bergigi ompong bergerak cepat untuk mencekal pergelangan tangan kanannya, ia menggunakan tangan kiri dan kedua kakinya untuk memukul dan menendang-nendang si negro bergigi ompong yang terkekeh-kekeh sambil menyeret tubuhnya ke ranjang.
“Hiaaatttt…..!!! ” Evelyn menendangkan kakinya menendang bokong si negro bergigi ompong sambil menarik tangan kanannya kuat-kuat hingga cekalannya terlepas, baru juga Evelyn berhasil melepaskan dirinya dari belakang si negro bergigi sumbing memeluk tubuhnya dari belakang. Tubuh Evelyn meronta-ronta ketika si negro berbibir sumbing membopong tubuhnya dan melemparkan gadis cantik bermata sipit itu ke atas ranjang.
“Awwwwwwww……,, ” Mata evelyn membeliak ketika kedua orang negro itu menerkam tubuhnya, ia berusaha menepiskan tangan-tangan hitam kekar yang merayapi tubuhnya yang mulus.
Si negro berbibir sumbing tampak tidak sabaran, dijambaknya rambut Evelyn kemudian bibir tebalnya yang sumbing melumat bibir Evelyn, dihisapnya Air liurnya sampai kering, diemut-emutnya bibir mungil Evelyn yang terus meronta-ronta berusaha melepaskan diri, sementara kedua orang negro itu terus merejang tubuh mulus Evelyn sampai akhirnya gadis itu menyerah kecapaian, keringat mengucuri tubuh mulusnya, kedua payudaranya yang berukuran sedang bergerak turun naik dengan cepat ketika Evelyn termegap-megap berusaha mengambil nafas.
Kedua orang negro bertubuh gemuk itu tersenyum lebar sambil mengelus puncak payudaranya, sesekali kedua negro itu merejang kuat-kuat tubuh Evelyn yang menangis sambil meronta-ronta dengan putus asa.
“Ohhhhh… Hmmmm mmmmmmmhhhh…..Ckkk Ckkk Mmmmmmhhh ” Evelyn tampak pasrah, ia memejamkan matanya ketika bibir si negro yang tebal itu mengecupi bibirnya. Si negro bergigi ompong tampak semakin lahap melumat-lumat bibirnya. Si negro menatap mata Evelyn dalam-dalam, mata gadis itu yang sipit tampak begitu sayu, seolah-olah meminta permainan yang lebih panas.
Si negro tersenyum lebar sambil menundukkan kepalanya mendekati puting Evelyn, disentil-sentilnyanya putting itu dengan ujung lidahnya yang terjulur-julur keluar, digelitikinya puting Evelyn ang semakin meruncing, berkali-kali si negro menghisap-hisap puttingnya.
“Ennnnhhhh, Akkhhhhhsssshhh, Shhhsssss….. ” Evelyn mendesis-desis dengan keras ketika si negro semakin rakus mengenyot-ngenyot puncak payudaranya, gadis bermata sipit itu mulai membuka pahanya melebar ketika merasakan elusan dan remasan-remasan lembut si negro berbibir sumbing yang mulai mengelusi dan meremas-remas selangkangannya.
Nafas Evelyn semakin terengah-engah ketika merasakan kecupan-kecupan bibir si negro berbibir sumbing semakin turun mengecupi, perut, pinggul dan kemudian………
“Ohhhhhhhhhh…. ” Evelyn medesah pelan ketika merasakan si negro mengecupi permukaan vaginanya, sesekali tubuhnya mengejang ketika si negro menggigit-gigit kecil permukaan vaginanya. Si bibir sumbing menggeram gemas, desah nafasnya semakin memburu mengendusi vagina Evelyn yang sudah botak dicukur habis sewaktu gadis itu tertidur dengan pulas.
“I LOVED SHAVED PUSSY, Nyummmmh, nyummmhh, muahhhh Ckk Ckkk, slllckkk slllccccckkkkkk, srrrppphhhh ” si negro mengecup bibir vagina Evelyn dengan gemas kemudian menjilati belahannya yang masih tertutup rapat, mirip seperti sebuah lereng yang menyimpan sejuta kenikmatan di dalamnya…
“Auhhhh…, Affffhhhhh, Ahhhhhhhhhhhhh…… ” Evelyn semakin resah , gelisah, ketika kedua orang negro itu semakin rakus melahap payudaranya dan mengunyah-ngunyah bibir vaginanya.
“ennnnhhhhhh…..,Nnnnggghh Crrrrr Crrrrrrrrrrr…….Awwh” tubuh Evelyn mengejang dengan kuat, bibirnya merintih-rintih dan akhirnya memekik kecil ketika cairan vaginanya menyembur dan berdenyut dengan nikmat.
“Do you like it babe?” si negro bergigi ompong meremas-remas induk payudara Evelyn sambil sesekali menundukkan kepalanya menjilati dan mengenyot kuat-kuat puncak payudara gadis itu yang masih terengah-engah dan merintih lirih menikmati puncak klimaksnya.
“Utsssss……. ” Evelyn meronta-ronta ketika merasakan benda keras yang kenyal dan hangat menusuk belahan vaginanya, tubuhnya yang mungil direjang oleh negro bergigi ompong, sementara si bibir sumbing menjejalkan kepala penisnya untuk membelah belahan vaginanya.
“Tidakkkk…!! Jangannnnn, Akkhhh Owwwwwwww…..!! ” Evelyn melolong ketika merasakan bibir vaginanya dipaksa melar oleh kepala penis si negro yang besarnya mirip bola tennis, kedua orang negro itu malah tertawa senang mendengarkan rintihan dan erangan Evelyn yang kewalahan ketika sebatang penis mulai membelah selangkangannya.
“Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh….!!! Sakiiiitttt, aduhhhhhhh, aduhhhhhhh ” Evelyn Shuang menjerit keras ketika batang penis itu menyodok dengan kuat, matanya mendelik merasakan rasa pedih yang luar biasa ketika penis si negro menjebol kegadisannya.
Isak tangis Evelyn terdengar semakin keras diiringi rintihan dan erangannya yang kesakitan setengah mati, tubuhnya menggeliat-geliat menahan rasa sakit dan ngilu luar biasa yang mendera wilayah intimnya, si negro memejamkan matanya untuk meresapi kepala penisnya yang sedang merobek-robek selaput keperawanan evelyn.
“AAAAAAAAAAA….!!! ” Evelyn kembali menjerit kesakitan ketika si negro menyodokkkan batang penisnya dengan kasar, wajahnya yang cantik dan imut tampak menderita, tubuhnya menggeliat-geliat kesakitan kesana kemari, sementara batang penis si negro berbibir sumbing yang besar, hitam dan panjang menancap di selangkangannya.
“Essshhhh, Ahhhhh, damn, too tight, I wonder if she can takeeee, THISSS….Alllll…!!” si negro mendesakkan penisnya dengan sekuat tenaga sehingga Evelyn menjerit keras, tubuhnya melenting-lenting kesakitan ketika penis yang besar itu terbenam di vaginanya yang mungil.
“Awwww, sakitttt, Akssss , ”
“Don’t worry babe, the pain will go, and you will beg for more…, Emmmhhh, Cuppppp,,, Cuppphhhh,…..ha ha ha” si negro bergigi ompong tertawa sambil memeluk tubuh mungil Evelyn dari samping. Bibirnya yang tebal mengecup-ngecup dan mengulum bibir Evelyn yang merintih-rintih kesakitan.
“Heemmmfffhhh, Emmmmhhhhh…mmmmmm” Evelyn menggeliat tak berdaya ketika bibir si negro mengulum dan melumat-lumat bibirnya. Si negro tampak rakus mengecupi dan melumat-lumat bibir Evelyn sementara tangannya merayapi dan menggerayangi payudara gadis itu, digenggamnya induk payudaranya Evelyn, sambil meremas-remas induk payudara gadis itu si negro menyusu dan mengenyot-ngenyot putting susunya.
“Ennnhhh, Ennnhhh Nnnnhhhh.. Ahhhhhh ” nafas Evelyn seperti dipaksa berhembusan dengan keras ketika batang penis si negro mulai bergerak maju mundur dengan teratur, tubuhnya mulai terguncang mengikuti irama sodokan-sodokan penis si negro yang tersenyum-senyum menyaksikan ekspresi wajah evelyn yang mengernyit-ngernyit kewalahan ketika batang penis itu mulai memompa liang vaginanya yang peret dan seret.
Negro bergigi ompong semakin bernafsu menggeluti payudara Evelyn yang semakin membongkah padat dan kenyal, tangannya meremas kuat-kuat gundukan payudara Evelyn yang berukuran sedang , matanya menatap dengan sayu ketika payudara Evelyn terguncang-guncang dengan indah, lidahnya melingkari putting susunya yang berwarna pink kemerahan kemudian melumati puncak payudara gadis itu.
“Ahhhhhh, Aduhhhh Awwwwww…..!! ” tangan Evelyn mendorong kepala si negro ketika merasakan gigitan keras di puncak payudaranya, si negro menggeram gemas sambil mencekal dan menekankan tangan Evelyn, kemudian kembali menggigit puncak payudaranya dengan gemas dan mencumbui bulatan dada gadis itu dengan bernafsu, Evelyn mengerang ketika kembali merasakan gigitan keras di putingnya.
Si negro berbibir sumbing tersenyum sinis kemudian mempercepat irama kocokannya, ia terkekeh-kekeh ketika mendengarkan rintihan-rintihan dan keluhan Evelyn.
“Ahhhh, Ahhhhh Ahhhhhh!! Ouhhhhhhh…!!, Uhhhhh…!! ” Tubuh Evelyn tersentak-sentak dengan kuat disodok oleh si negro, ia menatap si negro yang sedang asik menyodokki vaginanya, matanya yang sipit sesekali terpejam-pejam merasakan ada rasa nikmat yang teramat sangat ketika sodokan kuat itu menghantam belahan vaginanya.
“Errrrhhhh… Crrrrrrr Crrrrrr Kecruuuuttttt…….” tubuh Evelyn melenting dan mengejang ketika cairan vaginanya tumpah, muncrat akibat dipompa oleh batang penis si negro berbibir sumbing.
Kedua orang negro itu tersenyum kecil menatap tubuh mulus Evelyn yang menggelinjang-gelinjang keenakan, ketika merasakan puncak klimaksnya, sesekali nafas Evelyn terhembus keras ketika si negro mendesak-desakkan batang penisnya sampai mentok, si negro tampak bernafsu mengaduki vagina Evelyn dengan batang penisnya, terkadang ia menggerakkan penis besarnya seperti sedang mendongkrak-dongkrak vagina Evelyn.
“Auhhhhh….. essshhhhhh, hsssshhhh.. ” tubuh Evelyn kembali tersentak dan terguncang dengan kuat , batang penis itu kembali merojok-rojok vaginanya yang sudah memar kemerahan.
Si negro semakin senang mendengarkan rintihan dan erangan keras Evelyn yang kewalahan setengah mati ketika penisnya mengocok-ngocok belahan vaginanya yang melesak ke dalam dan melejit keluar ketika penis itu bergerak keluar masuk memompai belahannya.
“C’mon Babe, try to lick it!” si negro memberikan penisnya yang besar kepada Evelyn, lidah Evelyn terjulur menjilati batang penis yang besar dan bau itu, biarpun bau tapi entah kenapa ia betah untuk menjilat-jilat batang yang hitam dan besar itu. Evelyn menjilat-jilat dan mengendus-ngendus batang penis si negro bergigi ompong, sementara selangkangannya terus dihantami oleh penis si negro berbibir sumbing.
“Bleeepppp, Blepppppp,Clleeeepppppp” suara penis yang besar itu terdengar keras ketika mengocoki belahan vaginanya, tubuh Evelyn semakin basah oleh butir-butir air keringatnya yang mengucur dengan deras membasahi tubuhnya putih mulus.
Si negro mencekal pinggang Evelyn kemudian menghantamkan batang penisnya berkali-kali dengan sentakan-sentakkan kuat hingga Evelyn melolong keras, tubuhnya menggeliat dan kelojotan ketika si negro semakin geram menggenjot-genjot belahan vaginanya yang mungil dan peret.
“Plopppppppppp…..!! Ahhhhhhhh……… ” Evelyn menghela nafas panjang, gadis itu berusaha mengatur nafasnya, ia merasa lega ketika si negro berbibir sumbing mencabut batang penisnya, kedua orang negro itu berbaring di sisi Evelyn, seakan-akan membiarkannya untuk beristirahat sejenak, tangan-tangan mereka tidak pernah berhenti merayapi tubuh mulusnya yang sudah basah kuyup oleh butiran keringatnya yang meleleh dengan deras, sesekali tubuhnya menggelinjang ketika merasakan kenyotan-kenyotan kuat di kedua puncak payudaranya.
“Hhhhhhhhhnnnh…” Evelyn mendesah pelan ketika si negro bergigi ompong membalikkan tubuhnya dan kemudian menarik pinggulnya hingga menungging ke atas, sementara si bibir sumbing mengikat kedua tangannya ke belakang, ia membantu memegangi pinggul Evelyn.
“Let me eat your little ass babe, nyummm, slllccck, sllccckkkk…” si negro menciumi bulatan buah pantat Evelyn yang bulat dan padat, dibelainya dan diremas-remasnya bongkahan pantat gadis cantik bermata sipit itu.
Evelyn merintih ketika mulut si negro mengecupi anusnya hingga gadis itu merintih kegelian, ia mendesah-desah dan merengek kecil, tubuhnya menggigil merasakan rasa geli ketika lidah si negro mengait dan menggelitiki anusnya.
“Now let me try your virgin asshole….he he he” si negro menempelkan kepala penisnya pada lubang anus Evelyn, begitu menyadari apa yang akan dilakukan oleh si negro, Evelyn meronta-ronta dan memohon agar si negro membatalkan niatnya, ia berteriak keras ketakutan…….
“Tolonggggg…..!!! Ahhhhh, Jangannnnn…. Heennnggghhhh, Ennnhhhhh..!!” tubuhnya mengejang dan menggigil hebat ketika merasakan tekanan-tekanan kuat yang sedang berusaha membobol lubang anusnya, wajahnya yang cantik imut tampak menderita.
“AAAAAAAAAAAAAA……!!” Evelyn berteriak keras kesakitan ketika perlahan-lahan kepala penis si negro mulai memaksa lingkaran anusnya melebar dan JREBBBBBBBB!!! satu sentakan kuat kembali membuat Evelyn mengerang keras…….
“Whoaaaaa,, she screaammmm like wild bitch ngehe he he he he”
“Arrrrrgggggghhhhhhh…Heksssss…Akkkkk, Heengggeeekkkk….. ” berkali-kali Evelyn mengerang kesakitan, berkali-kali pula nafasnya serasa dicabut ketika penis si negro menyentak-nyentak terus menekan semakin dalam, di satu sisi Evelyn merasakan sangat menderita dan kesakitan, sedangkan di sisi lain si negro merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika lubang anus Evelyn yang sempit dan peret menggigit batang penisnya.
“YEAHHH Baby, OOOOOooo…YESSSSS!” si negro terus mendesakkan batang penisnya yang panjang dan besar itu, semakin dalam dan lebih dalam lagi hingga selangkangannya mendesak buah pantat Evelyn, ia tidak mempedulikan Evelyn yang mengerang keras kesakitan dan kelojotan setengah mati dalam penderitaan akibat lubang anusnya disodok dan dirojok oleh batang penisnya yang hitam, besar dan panjang, belum juga rasa sakit akibat ditembus penis yang besar itu hilang, si negro sudah menggerakkan penisnya memompa liang anus Evelyn yang peret dan kering.
“Arrrrrhhhhhh, It’s hurrrtttt, Awwwwww….Aduhhh Awwwwww!!” Evelyn mengaduh dan menjerit kesakitan ketika batang besar itu menggergaji lubang anusnya, rasanya begitu perih dan pedih ketika batang itu bergerak kasar menyodomi liang anusnya, ia menangis kesakitan dan menjerit-jerit ketika si negro menyodominya dengan liar.
“Come on bitchhhh…, screammmm and cry!! ” bibir si negro termonyong – monyong kerena merasa keenakan, wajahnya tampak bengis ketika menyodok-nyodokkan batang penisnya, meerojok-rojok belahan vagina Evelyn yang kecil mungil.
Si negro yang satunya lagi menjambak rambut Evelyn hingga kepala gadis itu terangkat ke atas, dengan kasar dijejalkkannya batang penis hitam miliknya yang panjang dan bau itu kedalam mulut Evelyn. Mata gadis itu mendelik ketika merasakan batang hitam besar itu bergerak kasar mendeepthroatnya, begitu kasar, sangat kasar sekali.
“Ennnhhhh… Heeemmmmmfff…..Crrrrrrr…Crrrrrrr ” Evelyn tidak dapat menjerit lagi karena mulutnya tersumpal dan terisi penuh oleh sebatang penis yang besar dan baunya menyengat, tubuhnya mengejang dengan kuat, kemudian gadis itu terkulai lemas ketika merasakan denyutan-denyutan puncak klimaksnya,
Si negro menarik pinggul Evelyn sambil menjatuhkan dirinya ke belakang, kini Evelyn menduduki penis besar itu dalam posisi memunggungi si negro yang terlentang keenakan, kedua pergelangan kakinya direntangkan mengangkang keatas hingga membentuk sebuah huruf V yang indah, sementara sebatang penis mulai mengendusi belahan vaginanya, kepala penis itu menjilat-jilat belahan kenikmatan di selangkangan Evelyn yang ketakutan.
“ARRRRRRHHHHHH…JREEBBBB!! BLEEEPPPPP” wajah Evelyn mengenyit, sekali lagi ia menjerit keras ketika si negro mejebloskan seluruh batang penisnya, keningnya sampai berkerut membentuk angka “11”, wajahnya tampak memelas seolah-olah sedang memohon ampun pada si negro yang terkekeh-kekeh keenakan.
“Hessshhhhhh, Ahhhh, Ennnggghhh Ahhhhhhhh…. ” Evelyn semakin sering mendesah-desah ketika dua batang penis itu mulai bergerak dengan teratur, tubuhnya yang mungil dan mulus kelojotan tanpa daya dihimpit oleh dua sosok tubuh gemuk hitam besar yang sedang melahap kenikmatan dan kehangatan tubuh mulusnya yang sudah basah dibanjiri keringat.
“Oaaahhhhh….!! AWWWW…..!! ” wajah Evelyn mengernyit tegang ketika sodokan-sodokan itu semakin lama semakin cepat memacu lubang anus dan lubang vaginanya, sesekali terdengar suara tawa kedua orang negro itu, mereka mentertawakan dirinya yang merengek-rengek, memohon dengan suara serak.
“Ampuunnn, ahhhh, aduhhhhh sudahhhhhh, cukuppppp….!!
Untuk takaran Evelyn mungkin sudah cukup namun tidak bagi kedua orang negro bertubuh gemuk itu, mereka masih belum puas menikmati tubuhnya yang mulus mungil dengan wajahnya yang cute innocent, mereka masih ingin menikmati kehangatan dan kemulusan tubuh Evelyn.
Kedua orang negro itu melampiaskan nafsu liar mereka, tanpa mempedulikan tubuh mungil Evelyn yang sudah tidak sanggup lagi menahan siksaan persetubuhan interacial yang semakin liar dan brutal, berkali-kali ia harus rela memuntahkan cairan puncak klimaksnya, dipaksa muncrat oleh batang penis yang gemuk besar dan panjang, pandangan matanya semakin memudar, setelah melenguh panjang akhirnya Evelyn pingsan tidak sadarkan diri.
************************
Di tempat lain di pulau itu
“Oiii…Mas Roy!! Ndra!! kemana sih lu orang? Mau diajak threesome kok malah kabur, iihhh…sebel deh!” Ivan Gunawan menyentakkan-nyentakkan kakinya ke tanah dengan gaya bencesnya yang jijay bajaj.
Setelah clingak-clinguk kiri kanan mencari sesuatu selama beberapa saat tanpa hasil, akhirnya sang bunda Ivan pun melengos pergi sambil mencak-mencak kesal dengan logat bencongnya. Tidak jauh dari situ di sebuah gua yang depannya ditumbuhi semak-semak tinggi, dua pasang mata mengintip dengan gelisah. Keduanya baru lega setelah Ivan Gunawan pergi menjauh.
“Fuuihh…akhirnya pergi juga tuh makhluk, bayangin deh kalau ketanggap…ngeri ngga!” Roy Suryo, si pakar telematika (setidaknya gitulah menurut pengakuannya) bernafas lega sambil menyeka keringat dingin di dahinya,
“Iya amit-amit deh kalau ketangkep tuh banci kaleng” kata Indra L. Brugman yang juga ketakutan dikejar-kejar, “tuh orang ga jelas tuh laki-laki atau perempuan”
“Kalau menurut analisis saya sih…asli laki-laki, cuma ya itu dandannya aja yang kaya gitu jadi aja jadinya makhluk ga jelas” kata Roy Suryo beranalisis seperti biasanya, “Ndra enaknya kabur kemana nih kita sekarang?” tanyanya pada Indra.
“Lewat sana aja, pasti si banci kaleng itu ga bakal lewat situ” jawab Indra menunjuk ke belokan di dalam gua itu.
Mereka pun berjalan semakin memasuki gua itu, namun sepertinya jalan di dalam semakin berkelok-kelok membuat keduanya malah bingung karena sudah kehilangan arah.
“Alamak mana jalan keluarnya nih??! kita kesasar!” Roy mulai panik, badannya basah berkeringat karena keliling-keliling tak tentu arah daritadi, “Dra kok diem aja sih? Ngapain lu kok ngeliatnya kaya gitu?” tanyanya melihat Indra yang menatapinya aneh.
“Ngga Mas Roy…mas cuma keliatan nafsuin aja kalau keringetan gitu, seksi deh, apalagi kumisnya itu ih gemes!”
“Iiihh…apa-apaan sih lo Dra, yang serius ah!” Roy menepis tangan Indra yang mau membelai wajahnya, ia mulai merinding dengan gaya Indra yang makin kemayu itu.
“Serius kok Mas, saya naksir deh sama Mas Roy, lebih seksi dari si Bertrand deh. ayo dong mas kita kan berdua aja disini!” Indra tiba-tiba mendekap tubuh Roy Suryo.
“Wadow jangan…Dra…wadoh ada hombreng!!” Roy Suryo menjerit ketakutan dan meronta-ronta berusaha lepas dari dekapan Indra yang memang sebenarnya penyuka sesama jenis itu.
“Ayo dong Mas Roy sama saya aja, dijamin asoy deh!” Indra dengan bernafsu menarik baju Roy Suryo hingga robek.
“Waaahhh…tuuluuunngg…aadooww…abis dah!!” jeritan Roy Suryo pun membahana di gua itu ketika Indra memegang penisnya dan memasukkannya ke mulut
*******************
Kembali ke tempat Evelyn
“Hemmmmm ?? Wahhhh, dia kelenger Brooo!!” si bibir sumbing cengengesan tanpa menghentikan sodokan batang penisnya yang mendeepthroat Evelyn
“Biarin aja dehhh, HAJAR TERUS BROO…, Enak nihh….boolnya..!!” si gigi ompong malah semakin kuat menghempaskan dan merojok-rojok liang anus Evelyn yang sudah memar.
“CROOOOOOTTTTT…KECROOOOTTTT!!”
Kedua orang negro itu meraung keras sambil memejamkan mata mereka menusukkan penisnya kuat-kuat kedalam mulut dan anus Evelyn, beberapa saat kemudian barulah mereka melepaskan tubuh mungil Evelyn yang sudah terkapar tidak sadarkan diri. Pintu ruangan itu terbuka lebar, wajah-wajah mesum menggusur tubuh Evelyn keluar.
Dua orang negro bertubuh gembrot yang baru memperkosa Evelyn habis-habisan berbaring sambil tersenyum ketika menyaksikan tubuhnya dibopong keluar oleh seorang negro bertubuh kurus dengan batang penisnya yang sudah mengacung meminta pelampiasan. Evelyn yang sudah lemas dihajar habis-habisan hanya dapat pasrah ketika si negro itu membopong tubuhnya keluar dari dalam kamar itu.
“Ihhhhhh?! ” Evelyn tampak was-was ketika menyadari empat orang teman si negro mengekori dari belakang, si negro membawa tubuh bugilnya ke sebuah kolam pemandian air panas.
Evelyn terdiam ketika si negro membelai wajahnya yang cantik, tinggi air kolam itu hanya setengah meter 70 cm, ia duduk dengan santai di atas selangkangan si negro, tubuh hitam itu duduk sambil bersandar pada dinding kolam dan memeluk tubuh mulusnya, sementara keempat orang negro lainnya mengelilingi tubuhnya.
“Are you tired baby?? hemmmm?” si negro berbisik ditelinga Evelyn yang lalu mengangguk lemah, Evelyn terpejam merasakan pijatan-pijatan si negro di pundaknya, entah kenapa ia merasakan rileks ketika tangan-tangan hitam itu memijati dan mengelusi bulatan susunya.
Jari si negro merayapi dan memijiti bibir vaginanya, tanpa sadar kedua kakinya mengangkang keenakan ketika jari si negro memijiti lingkaran otot vaginanya, lumayan lama Evelyn diservice dan dipijat XXX oleh lima orang negro. Ia menurut ketika seorang negro itu memberinya sebuah racikan ramuan khusus, Evelyn merasakan rasa sakit dan pegal yang mendera tubuhnya seperti lenyap, tenaganya pun berangsur-angsur pulih, bahkan kembali berlipat-lipat ganda.
Evelyn menyambut seorang negro yang mengecupi bibirnya, dibalasnya lumatan-lumatan bibir tebal si negro yang melumati bibirnya. Ia menghisap-hisap batang lidah si negro, entah kenapa rasa jijik itu hilang, entah kenapa pula dadanya berdebar dengan keras, ada sebuah sensasi yang luar biasa hebat ketika dirinya dikelilingi oleh lima orang negro bertubuh tinggi besar yang mengelus dan menjamahi tubuh mulusnya, bergantian ia melayani ciuman dan cumbuan kelima orang negro itu, entah air liur siapa yang kini membasuh dan membasahi bibirnya.
“Heemmmmm Mmmmhhhh….” Evelyn melingkarkan kedua tangannya berkalung ke leher seorang negro yang sedang melumat dan mengulum bibirnya yang mungil, pipinya sampai kempot ketika si negro mengenyot-ngenyot bibirnya dengan kuat.
“Aaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh…… ” Evelyn membelai pipi si negro, bibirnya tersenyum menggoda seorang negro di sebelahnya agar segera berciuman dengannya, dan happpp, bibir tebal yang lain kembali menyumpal bibir mungilnya.
Si negro yang sedang memeluk Evelyn dari belakang mengangkat pinggulnya, tubuh Evelyn melayang di dalam air kemudian turun menduduk sebatang penis hitam besar yang sudah menunggu vaginanya di dalam air dan Bleeeesssshshhhhhh…!!
“Ahhhhhhhhhhhhhhhhh…… ” kepala Evelyn terangkat ke atas sambil mendesah keras, bibirnya tersenyum puas ketika merasakan penis yang besar dan panjang itu menyesaki vaginanya.
“Byurrr.. Byurrrr.. Byurrrr ” suara ceburan-ceburan air mulai terdengar ketika tubuh Evelyn bergerak turun naik dengan teratur, suara jeritan-jeritan kenikmatannya membuat suasana di kolam itu semakin panas,
“Ohhhh, fuck me nigger…!! Please fuck meeee…”
“Like this baby ?? ”
“NOOOOO…., HARDERRRRR, HARDERRRRRRR….” wajah Evelyn yang polos dan imut tampak liar, jeritan-jeritannya terdengar semakin keras, Evelyn merintih keras merasakan remasan-remasan kuat di payudaranya, kelima negro itu berkali-kali meleletkan lidahnya, mereka terkagum-kagum ketika tubuh mulus Evelyn bergerak begitu liar dan erotik. Siapapun yang melihat wajah Evelyn pasti tahu kalau gadis cantik yang imut dan mungil itu tengah dilanda nafsu birahi yang luar biasa.
“Whoahhhh…!! She moved like a damnnn bitch, come on girl, yeahhhhh, ride my coookkkk…, come on Evelyn, I know you want it baby!” si negro meladeni nafsu liar Evelyn, dihantamkannya batang penis besar itu ke atas menyambut hempasan-hempasan vagina Evelyn.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaa….!! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..!! Aoohhhhhhh, YEAHHHHHH!! Yesssss , fuck me like that, MOREEEEEE…!!” Evelyn merengek-rengek dengan keras, mulutnya ternganga lebar sambil menjerit-jerit liar,tubuhnya menggeliat dan mengejang.
“Ahhhhhhhhhhhhhh….!! Crrrrrrrrr Crrrrrrrrrrrrrrr……, YEAHHH, He he he ”
Evelyn mendesah panjang, tubuhnya yang sedang menduduki batang penis yang hitam dan besar itu masih tersentak-sentak dengan liar dihajar oleh si negro.
“he he he, I always wonder why a negro have a huge penis like this? ” Evelyn membelai sebatang penis yang mendekati wajahnya. Cerita ini diupdate oleh situs Ngocoks.com (tempatnya cerita dewasa terupdate)
“To make you satisfied Evelynn!!” Evelyn tertawa kecil ketika mendengar bisikan si negro yang sedang merojokkan penisnya ke atas menghantam-hantam vaginanya yang sedang menduduki penis yang hitam dan besar.
Si negro meremas-remas kepala Evelyn, batang penisnya tenggelam keluar masuk di dalam rongga mulutnya yang basah dan panas. Evelyn menekankan batang penis si negro masuk kekerongkongannya hingga mentok, ia ingin menelan seluruh batang penis yang besar dan hitam panjang itu, dijilatinya batang panjang itu, lidahnya menari-nari dan membasuh penis itu, diemutnya kepala penis yang besar dan mengeluarkan cairan-cairan yang terasa asin dan gurih.
Evelyn tersenyum nakal ditatapnya 4 batang penis yang menunggu diservice oleh mulutnya, tangannya tampak sibuk mengocoki dua batang penis ditangan kiri dan kanannya sementara mulutnya menciumi dua batang penis lainnya secara bergantian, lidahnya mengait-ngait dua batang penis yang teracung di hadapan wajahnya, dhisapinya kepala penis yang mengeluarkan cairan gurih itu,sementara kedua tangannya meremas-remas dua batang penis di sisi kepalanya, sementara sebatang penis yang lain menyentak-nyentakkan tubuhnya turun naik dengan liar, menyodok-nyodok vaginanya dengan kuat.
“UNNGGGHHHH…!! YEAHHH… Crrruttttt Cruuttttt!! ” Evelyn tersenyum puas, kini tubuh mulusnya mulai digilir. Seorang negro berdiri sambil mencekal pergelangan kakinya dan menarik kaki gadis itu hingga kedua pahanya yang mulus mengangkang ke atas, sementara keempat negro lainnya menjaga agar kepalanya tidak terbenam ke dalam air sambil merayapi payudara Evelyn yang berukuran sedang..
“Ooooooooooooo…. Nggaaahhhhh…, Ohhh yessshhhhhh…, Ohhh thatttt,,, too HARDDDDDDDDD….AWWWWWWWWW!!” Evelyn menjerit keras ketika si negro menancapkan batang penisnya dengan kasar kemudian memacunya dengan kecepatan penuh.
“YEAHHH, I do it good and HARD.. baby..,Dammmmnnn, Your hole is soo tightttttt…..!! Shake your pussy babe”
“AUHHHH…, Yessss , Ohhhhh, Ahhh, Errrrhhhhhh….. ” Evelyn menggeram gemas sambil menggoyang – goyangkan pinggulnya menyambut hantaman batang penis si negro. Negro-negro itu berteriak-teriak liar memberi semangat agar Evelyn lebih liar menggoyangkan pinggulnya.
“Clokkkkk… Keclokkkkkk… Clokkkkkkkkk….Bleppphhh….” Suara -suara beradunya vagina dan batang penis besar itu terdengar dengan keras, Evelyn menggigit bibirnya, tubuhnya melenting-lenting ke atas, kedua matanya yang sipit terpejam rapat-rapat keenakan ketika batang penis yang besar dan panjang itu memompa-mompa belahan vaginanya yang sempit.
“Ennnhhhh, Ufffffffhhhh, YEahhhhhh….Uhhhhh” Evelyn mengeluh keenakan ketika penis yang besar itu mengaduk-ngaduk belahan vaginanya, daerah di sekitar lingkaran otot vaginanya memar kemerahan karena terus disodok-sodok dengan kuat oleh penis milik lelaki negro yang tersenyum – senyum senang menikmati vaginanya yang seret dan sempit.
Terdengar suara gemericik air ketika tubuh telanjang Evelyn dan kelima orang negro itu keluar dari dalam kolam pemandian air panas.
Evelyn menungging sambil mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi, seorang negro segera mengambil posisi dibelakang tubuh Evelyn, ditekankannya batang penisnya untuk membongkar sisi lain dari sensasi kenikmatan ditubuh gadis cantik itu, sebuah lubang kecil yang sempit. Disodoknya lubang anus Evelyn kuat-kuat, dijejal-jejalkannya kepala penisnya memaksa agar lubang anus Evelyn yang kecil dan sempit semakin merekah.
“Ennnnhhhh…. ” Evelyn merengek sambil menggoyangkan pantatnya, ketika penis besar itu terpeleset kebawah, menggesek belahan vaginanya, si negro kembali menempatkan kepala penisnya di anus Evelyn kemudian menekankan penis besarnya dengan kuat.
“Ohhhhhhhhhhhhhhhhhh….. ” Evelyn mendesah panjang sambil menekankan pinggulnya kebelakang menyambut batang penis si negro, perlahan-lahan lubang anusnya merekah dan batang penis itu masuk semakin dalam.
“Good girl, goood girlllll….., I know you can do it Evelyn” si negro mengusapi pinggang Evelyn kemudian menarik pinggang gadis itu sambil menyentakkan batang penisnya dengan kuat menusuk-nusuk lubang duburnya.
“Come on Evelyn, I need you to shake your tight little asshole!” si negro meminta Evelyn bergoyang, tanpa disuruh dua kali Evelyn segera menggoyang-goyangkan pinggulnya ketika si negro menyodomi lubang anusnya, sementara tubuh mulusnya terus menerus digerayangi oleh keempat orang negro yang berlutut di sisi kanan dan kiri tubuhnya yang sedang menungging disodomi oleh sebatang penis hitam yang besar dan panjang.
“Ehhh..!! Ahhhh, Ohhhh…!! Ohhhh …!!”
“Plakkkk.., Plakkkk, Plakkkkk…. ” Tubuh evelyn tersungkur-sungkur dengan keras ke depan ketika si negro menyodok-nyodokkkan penisnya, Evelyn mendesah kemudian menerima sebatang penis yang dijejalkan pemiliknya dengan paksa kedalam rongga mulutnya.
Seorang negro mengecupi punggung Evelyn sementara yang dua lagi sibuk memeras-meras payudaranya yang terayun-ayun dengan indah, dan dua batang penis bergerak-gerak dengan liar menusuk – nusuk lubang anus dan rongga mulut gadis bermata sipit itu, terkadang ia menjerit – jerit keras untuk melampiaskan nafsu birahi didadanya yang meledak-ledak dengan dashyat, apalagi ketika tangan si negro merayap dan memijiti klitorisnya.
Benar-benar kontras persetubuhan interacial antara Evelyn dan kelima orang negro itu, tubuhnya yang putih mulus dan mungil digerayangi oleh negro-negro bertubuh hitam besar yang terus memacu nafsu birahinya melayang semakin tinggi
“Ohhhh YESSSs, Crrrrrr Crrrr Emmmmhhhh” tubuh evelyn yang sedang menungging menggeliat dengan erotis ketika merasakan denyutan – denyutan puncak klimaks yang memaksa cairan vaginanya kembali muncrat berdenyutan.
“He he he, Meowwww…, Meowwwwww….,,,, ” Evelyn mengeong-ngeong sambil merangkak menaiki sesosok tubuh hitam besar yang terlentang. Si negro langsung memeluk dan mengeluti tubuh mungilnya. Negro itu membalikkan tubuh Evelyn agar berada dibawah tubuhnya, Evelyn tertawa nakal menggoda sambil memeluk kepala si negro yang sedang mengecupi lehernya.
“You’re so hot babe, so fucking HOT” si negro mengusap wajah Evelyn yang cute dan imut sebelum akhirnya melumat-lumat bibirnny. Ia tampak rakus mengecupi dan mengulum bibir Evelyn, dihisapnya bibir gadis itu dan diemut-emutnya dengan kuat, hingga nafas Evelyn berdengusan dengan keras.
“Ha ha ha ha…you’re so naughty” Evelyn membelai kepala si negro yang terbenam diantara belahan buah dadanya, ia memejamkan matanya meresapi jilatan-jilatan batang lidah si negro yang basah dan hangat.
Mata si negro mendelik menatap payudara Evelyn yang putih dan bulat, dibelainya bulatan dada Evelyn yang kiri dan yang kanan hingga ia tertawa kecil kegelian, dicubitnya puttingnya yang meruncing kemudian dipelintir-pelintirnya dengan lembut, sesekali si negro mencubit dan menarik kuat-kuat putting itu dengan gemas, diremas-remasnya dada Evelyn sambil mengecupi puncak payudaranya dan menjilat- jilat putingnya yang runcing dan keras.
“Ohhhh, Yessshhhsshhhh.., Emmmhhh Ohhhhhh…..” Evelyn mendesah nikmati ketika merasakan cumbuan si negro semakin memanas, rasanya nikmat sekali ketika mulutnya mengenyot-ngenyot kuat puncak payudaranya bergantian dari yang kiri pindah ke yang kanan.
“C’mon big boyyyy, eat my shaved pussy!” Evelyn menekankan kepala si negro sambil menekuk dan mengangkangkan kedua kakinya melebar, ia mendesah-desah ketika merasakan hembusan nafas hangat si negro yang memburu menerpa permukaan vaginanya, kedua tangannya menarik dua batang penis ke samping kepalanya di sebelah kiri dan kanan, Evelyn menolehkan kepalanya kekiri sambil membuka mulut untuk menghisapi penis di sebelah kiri kepalanya, kemudian menolehkan kepalanya ke kanan untuk mengenyot-ngeenyot kepala penis yang di kanan kepalanya.
Dua orang negro memeluk tubuh mungilnya dari sampig sambil menyusu di payudaranya, sementara kedua kaki Evelyn melejang-lejang merasakan cumbuan yang semakin panas menggeluti bibir vaginanya.
Si negro menarik bibir vagina Evelyn, ditatapnya daging mungil yang masih malu-malu untuk menampakkan dirinya kemudian lidah si negro terjulur keluar menyentuh dan menggelitiki kelentit Evelyn yang semakin mengkilap dengan indah ketika lidah si negro mengulas-ngulas dan menggelitiki daging klitorisnya. Dihirupnya aroma vagina Evelyn dalam-dalam, dikenyot-kenyotnya cairan kewanitaannya yang lengket dan terasa asin.
“Ouhhhh, Stoppp itttt… Ha ha ha ha… ha ha ha ha ” Evelyn tertawa kegelian sambil mendorong kepala si negro yang sedang melahap dan mengunyah-ngunyah daging klitorisnya, si negro berdiri sambil menari tubuh mungilnya.
“Want to try my kungfu style baby?” si nengro memasang kuda-kuda, kedua kakinya menekuk mengangkang, mirip seperti sedang kungfu, Evelyn memeluk tubuh si negro, kedua tangannya merayap ke bawah dan mengocok-ngocok penis si negro, kemudian sambil memeluk leher si negro Evelyn menjepit pinggangnya. Ia mendesah sambil menekankan batang penis si negro untuk membelah belahan vaginanya. .
Evelyn menghempas-hempaskan pinggulnya hingga penis besar itu keluar masuk membelah jepitan vaginanya yang sempit, diciuminya bibir tebal si negro yang termonyong-monyong keenakan, keempat orang negro lainnya bertepuk tangan menyaksikan teman mereka yang sedang sibuk berlatih kungfu XXX ditemani oleh Evelyn yang begitu liar menghempas-hempaskan vaginanya, kedua kakinya menjepit kuat-kuat pinggang si negro sambil menjerit dengan liar.
“Oaawwwwwww…I like it, yesssss yesssshhhh…oorrrrhhhhhh, harder…yesssh like thatttt…, fuck me just like thattt…. Arrwwwwhh..!!” dalam posisi kuda-kuda si negro mengayun-ngayunkan penis besarnya hingga tubuh Evelyn tersentak-sentak, dan terayun-ayun keenakan.
“Ahhhhh…. Crrrr Crrrr……” hampir saja Evelyn terjungkal ke belakang ketika pegangannnya terlepas, untung saja dengan sigap si negro mencekal pinggang gadis itu, Evelyn tersenyum malu menatap si negro yang menatapnya dengan tatapan mata yang mesum, sementara vaginanya berdenyutan dengan nikmat ketika cairan kewanitaannya kembali mengucur dalam kenikmatan yang tiada taranya.
“Do you like it babe??” si negro bertanya sambil menggaduk-ngaduk vagina Evelyn.
“Yeahhh, Ohhhh, I like it so much” Evelyn menjawab sambil memejamkan kedua matanya.
“How about a little help in your tight little asshole, I bet you will like it more” seorang negro menekankan batang penisnya menekan lubang anus Evelyn, dengan beberapa kali sentakan yang kuat batang penis si negro yang hitam besar tertancap di lubang dubur Evelyn yang langsung menjerit-jerit dengan liar ketika penis-penis itu mulai bergerak menggasak vagina dan anusnya.
“Oooo yeaahhh, I like it a loootttt, Auhhhhh…Ahhhhh, Yessshhh, MOREEEEEE…. Ennnnnhhhhh, Arrrrhhhhhhhhh!” suara Evelyn yang sedikit serak terdengar semakin seksi dan menggairahkan, tubuhnya tersentak-sentak kuat ketika dua orang negro yang sedang berlatih dalam posisi kuda-kuda itu menghantam-hantamkan batang penis mereka menyodok-nyodok belahan vagina dan menyodomi anus Evelyn dari belakang.
Jeritan kenikmatan Evelyn berbaur dengan geraman-geraman gemas dua orang negro yang sedang mengayunkan batang penis mereka menyodok-nyodok dan menusuk-nusuk vagina dan anusnya. Tangan kanan Evelyn berpegangan pada bahu si negro sedangkan tangan kirinya menyeka peluh di wajahnya, tubuhnya yang basah bajir keringat itu dihimpit oleh dua orang pria negro bertubuh hitam besar yang termoyong-monyong menikmati lubang anus dan lubang vaginanya.
“Crrootttt…. Crrroootttt…..” Evelyn mendesah nikmat merasakan semburan sperma panas yang muncrat di dalam vagina dan anusnya, kedua orang negro itu menurunkan tubuhnya. Evelyn tersenyum sambil mengelusi wajah kedua orang negro itu, si hitam bertubuh besar tampaknya puas menikmati tubuh mulusnya, Evelyn mengecupi bibir kedua orang negro itu sambil tertawa kecil, ditarik-tariknya penis hitam yang kini terkulai dengan lemah.
“Do you like it ??” Evelyn bertanya sambil tersenyum ketika merasakan seorang negro lain memeluk tubuhnya dari belakang, ia memegangi kedua pergelangan tangan si negro yang mengelus-ngelus bulatan payudaranya sebelah bawah.
“Yeah Shuangshuang, I like it” si negro menjawab sambil meremas-remas payudaranya, ditarik-tariknya putting susu gadis itu hingga merintih-rintih lirih, persetubuhan itu terasa semakin nikmat ketika Evelyn menyerahkan tubuh mulusnya secara total untuk dinikmati oleh para pria negro. Tubuh mungilnya dikurung oleh tubuh tiga orang negro yang merayapkan tangan mereka mengelusi tubuh mulusnya yang menggelinjang nikmat
“What do you want bigboy ? Ahhhhhhhh!” Evelyn mendesah manja sambil menunggingkan pinggulnya, kedua kakinya meengangkang hingga posisi kedua kakinya nya mirip huruf V yang terbalik, Evelyn mendesah keras ketika merasakan sebatang penis mencoba menusuk vaginanya dari belakang, matanya yang sipit terpejam rapat ketika penis itu bergerak dengan lembut mencoba memasuki jepitan vaginanya dari belakang,
“I want to fuck you Shuangshuang….Blesssshhhh” penis besar itu tenggelam dengan perlahan-lahan, membelah himpitan vaginanya.
“Ohhhhhhh…..you’re so naughty nigger…,Uhhhhhh!!” Evelyn mengeluh ketika kedua tangannya ditarik kuat ke belakang, kini dengan bebas dua orang negro yang lain meremas-remas susunya dengan lembut, tampaknya ketiga orang negro itu ingin menikmati dan menyantap kehangatan dan kemulusan Evelyn dengan perlahan-lahan, Evelyn menggoyangkan pinggulnya dengan lembut, tubuhnya menggeliat-geliat dengan erotis sambil mendesis merasakan rasa nikmat ketika batang penis si negro yang besar dan panjang bergerak dengan lembut menusuk-nusuk vaginanya.
“Arrrhhh, You NASTY BIG MONKEY…..!! Arrrrhhhhh!!” Evelyn menjerit keras kemudian memaki si negro yang tiba-tiba menghantamkan penis besarnya kuat-kuat hingga tubuhnya tiba-tiba tersentak dengan keras, lagi, lagi dan lagi, semakin kuat dan kencang. Evelyn kembali mendesah-desah dengan keras, jeritan dan pekikan liarnya kembali terdengar ketika penis besar itu kini bergerak dengan liar dan kasar, menyodok-nyodok belahan vaginanya dengan kuat.
“Ha Ha Ha, this monkey will fuck you hard and good until you scream like hell!!” si negro menggerakkan penisnya semakin kuat dan kencang, dengan gemas ia menancap-nancapkan batang penisnya. Disodok-sodoknya vagina Evelyn dengan kekuatan penuh hingga menjerit-jerit dengan liar hingga ia mencapai puncak klimaksnya.
“Ahhhhhhhh., Yeahhhhhhhhh, Cruuuttt… Cruuuuttttttt….. ” Evelyn tertawa nakal sambil menunggingkan pinggulnya tinggi-tinggi agar si negro lebih leluasa menyodoki belahan vaginanya.
“Did you ever ride a horse ??” si negro yang sedang mengocok vagina Evelyn membungkukkan tubuhnya dan berbisik di telinganya.
“Never, Ehhhhmmmm,…. Why??”
“I will teach you to ride!” si negro mencabut penisnya kemudian menarik pergelangan tangan Evelyn yang menatap dengan keheranan ketika si negro berbaring dengan santai, dua orang negro lainnya menggiring Evelyn untuk menaiki tubuh si negro, posisinya mirip seperti sedang menunggangi seekor kuda yang hitam dan besar.
“Whawww, now I have big black horse” Evelyn tertawa kecil, ia menuruti perintah si negro, didudukinya batang hitam itu dengan vaginanya dan Creeeebbbbbbbb…Bluuusssshhhhhh…Evelyn mendesah panjang kemudian mulai menggerakkan pinggulnya turun naik di atas penis yang hitam dan besar, dihempas-hempaskannya vaginanya dengan kuat,
“Damnnn, you have many talent Shuangshuang, come one girl, COME ONNNNNNNN…!! Yeahhhh that’s my girl!” si negro menyambut hempasan-hempasan vagina Evelyn yang liar dengan menyodokkan penisnya kuat-kuat ke atas.
“Uhhhhh, Oucchhhhh…!! You’re too wild….nigger Eahhhhhhh..Ahhhh” Evelyn mengeluh ketika merasakan sodokan-sodokan kuat menusuki vaginanya, tubuh mulusnya terangkat-angkat ke atas. Si negro terkesiap ketika Evelyn mengibas-ngibaskan rambutnya, sambil menunggangi penis si negro, ia meremas-remas payudaranya sendiri, kepalanya terangkat ke atas, tampak ekspresi kepuasan yang luar biasa ketika Evelyn menunggangi penis yang besar dan panjang itu.
“Ohhhh, Yessss, Thank you” Evelyn berterimakasih ketika dua orang negro berlutut di sisinya, mereka mencekal pinggang dan pinggulnya membantunya untuk menaik turunkan pinggulnya, sementara seorang negro yang lain menekan-nekankan bokong Evelyn kuat-kuat.
“Ohhh, yeahhh, yeahhh, Ohhhhh yeahhhhhhh….” Evelyn menjerit-jerit liar keenakan ketika dibantu mengendarai penis yang hitam dan besar itu, sementara yang seorang lagi menyodorkan sebuah mix untuk berkaraoke. Suara Evelyn terdengar memecah keheningan malam di pulau itu, sebuah sound system bergema dengan sangat keras mengumandangkan suara merdunya yang tengah dipacu oleh nafsu birahi.
“Whoaaaa, you can sing too, cool!!”
“Hssshhhh, ahhhhh, Yeshhh, Ahhhhhh, Harderrrr, fuck me nigger, please!! FUCKKK ME HARDERRRRR, MOREEEEEEE!!” Evelyn tampak histeris sambil menggoyangkan pinggulnya ketika penis itu menghantam vaginanya dengan dashyat.
“Cleeebbb, BLEPPP… BLEPPPP… BLEPPPPP…. ” suara vagina Evelyn yang sedang kewalahan menghadapi tusukan-tusukan maut si negro. Ia menjerit keras , tubuhnya menggigil dengan hebat…..
“AHHHHHHHHHHHHHHH….NIGGGERRRRR…!!! Creeettttt, Crettttt….” Evelyn terengah-engah keenakan,sementara seorang negro membantunya merapikan rambutnya yang acak-acakan, si negro tiba-tiba bangkit sambil memeluk tubuh Evelyn, kini mereka berdua duduk saling berhadap-hadapan, Evelyn menjulurkan lidahnya keluar, si negro tersenyum senang sambil menghisapi batang lidahnya, bibir mereka berciuman dengan mesra.
“You’re so soft and wet Shuangshuang, Cupppp!!” si negro mencium lembut bibir Evelyn sambil kembali menyentak-nyentakkan penisnya ke atas, Evelyn tidak mau kalah ia juga menghempas-hempaskan pinggulnya dan mulai bergoyang sambil mendesah-desah dan mengusap-ngusap kepala si negro yang botak.
Evelyn mengecupi bibir si negro yang tebal, sebuah mix kembali berjasa mengumandangkan rintihan lirih dan desah kenikmatan Evelyn, sementara tubuhnya menggeliat-geliat keenakan ketika sesuatu yang didudukinya keluar masuk dengan sangat cepat, menyodok-nyodok vaginanya hingga ia memekik-mekik dengan keras, terkadang terdengar jeritan kerasnya yang serak-serak basah karena terlalu banyak mengerang dan menjerit.
“OUGHH SHITTTT… KECROTTTT CROOOTTTTT” si negro memeluk kuat-kuat tubuhnya hingga Evelyn mengeluh merasakan tubuhnya seperti sedang diremukkan hingga hancur. Evelyn mendesah sambil mengecup bibir si negro dengan lembut. Ia menghela nafas panjang sambil tersenyum senang ketika tubuhnya ditarik oleh dua orang negro sekaligus.
“Badd Boyyyy… Ennhhhhh!!” Evelyn merintih dan mendesah ketika kedua orang negro itu menggerayangi dan meremas payudaranya, kini ia bediri saling berhadap-hadapan dengan dua orang negro yang sedang menggerayangi tubuh mulusnya, perlahan-lahan Evelyn berlutut dan mulai mengocoki penis mereka, dijilatinya batang-batang besar itu bergantian, dihisap-hisapnya dan dikecupinya kepala penis yang mengeluarkan lendir-lendir putih yang gurih, kedua tangannyaa bergerak cepat mengocoki penis besar yang menggantung di selangkangan kedua orang negro itu.
Evelyn berdiri, kedua kakinya berjingjit-jingjit sambil mengangkang, sementara tangannya membetot penis si negro dan menggesek-gesekkan kepala penis itu menggesek belahan vaginanya, si negro menekuk kedua lututnya sambil mengangkang dan merendahkan penisnya, kemudian dikait dan ditusuknya belahan vagina Evelyn.
“Crebbbbbb… Ahhhhhhh, Ohhhh Niggerrr…!! Errraaaahhh… ” Evelyn menggeram gemas kemudian merapatkan kedua kakinya, hingga si negro meringis keenakan ketika merasakan lingkaran otot Evelyn menggigit kuat-kuat batang penisnya.
“YEAH Baby, whoaaaa, YEAHHH, come on Shuangshuang!!” si negro memegangi pinggang Evelyn ketika ia mengerakkan pinggulnya maju mudur dengan liar hingga batang penis yang hitam besar itu keluar dan memasuki vaginanya yang peret.
“Ohhhh, nigger, Ohhhh, Yeahhh, Yessshh Nigger…Ohhhh ” Evelyn buru-buru menjepitkan kedua kakinya pada pinggang si negro ketika si negro mengangkat tubuh mungilnya, kedua tangan Evelyn berpegangan kuat-kuat pada bahu si negro, tubuh mulusnya terayun-ayun, tersentak-sentak dengan cepat dan kuat. Evelyn menolehkan kepalanya kebelakang ketika merasapan seseorang membantu memegangi pinggangnya dari belakang, tangan kakan Evelyn menarik leher si negro yang sedang memegangi pinggangnya. Bibir mungilnya menyatu dengan bibir si negro yang tebal.
“Emmmhhh, Ckkkk, Emmm Cpphhhh, Ckkkkk….. ”
“He he he, so you want my asshole Ehhh ?? ” Evelyn menggigit bibir si negro yang berdiri dibelakang tubuhnya, ketika merasakan batang hitam itu menggeliat-geliat dengan bernafsu dan menusuk dengan kuat, Evelyn menggoyangkan pinggulnya hingga sodokan si negro meleset.
“YEAH, I want it very bad, let me get inside, don’t be naughty….Shuangshuang”
“Ha Ha HA.., ” Evelyn tertawa ketika si negro mencubit dan meremas gemas buah pantatnya karena merasa kesal pinggul gadis itu terus bergerak-gerak dengan nakalnya.
Si negro kembali menusukkan penisnya pada anus Evelyn. Kali ini Evelyn tersenyum pasrah ketika batang penis si negro membuka liang sempitnya dan mencoblos lubang anusnya dengan bernafsu.
“Now we need you to be naughty…come one shake your ass!” Evelyn mulai bekerja keras menghempaskan vaginanya, desahan-desahan panjangnya mulai diselingi oleh jeritan jeritan kenikmatan, ketika dua orang negro itu mulai menggerakkan penis besar mereka, Evelyn merengek-rengek dengan manja, suaranya terdengar begitu merdu dan menggairahkan, tubuhnya terperanjat ketika kedua orang negro itu memacu vagina dan anusnya dengan kekuatan penuh.
“Ohhhh, fuck me Nigger, fuck me good and harddd, Yeahhhhh, Moreee Niggger!! Ouuuhhhhhhhhhhhhhhhhhh….. Kccrrtttt,, crrrrtttt… Crrrrrtttt…” mata Evelyn terpejam-pejam, kedua orang negro itu mengantarkannya dengan begitu nikmat mendaki puncak klimaksnya, Evelyn mendesah-desah keras karena kedua orang negro itu terus memacu vagina dan anusnya tanpa memberinya kesempatan untuk melakukan perlawanan sedikitpun, entah berapa kali ia merasakan vaginanya berdenyut-denyut dengan nikmat sampai akhirnya….
“OAHHHH…., DAMMMMNNN….Croooottttttt”
“WHAT THE HELLL……Kecroootttt…. Croootttt….”
“Emmmmhhhh, Ninggeeeerrrrr… Ahhhh..!! Cruuuuuutttttttt……”
Perlahan-lahan kedua orang negro itu melepaskan tubuh mulus Evelyn karena mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan dari tubuhnya yang mungil dan mulus. Evelyn mendekati seorang negro bertubuh gemuk yang sedang duduk dengan batang penisnya yang sudah tegang mengeras, penis itu lebih besar dari kelima orang negro yang sudah puas menggeluti tubuhnya. Mata gadis itu menatap sebuah penis yang telah merampas kesuciannya, penis milik si negro berbibir sumbing.
“Ennnnhhhh…Ahhhhhh….want to dance nigger??” Evelyn menggeliatkan tubuhnya dan menari dengan erotis sambil mendesah-desah,Evelyn menggoda si negro hingga tubuh besar itu melompat dan menerkam tubuhnya yang sedang menari erotis.
“Ahhhhh…..!! ” Evelyn terkejut ketika macan hitam besar itu menerkam tubuhnya hingga jatuh bergulingan hingga ke pinggiran kolam dan BYURRRRRRRRR…tubuh Evelyn dan si negro tercebur ke dalam kolam pemandian air panas.
“Ahhhh, Aaaaa, Emmmhh Ohhh…Niggeerrmmmmmmhhh….Emmmmmh” si negro menyumpal bibirnya, sementara kedua tangannya memeluk kuat-kuat tubuhnya yang mulus, suara riak air turut meramaikan rintihan-rintihan lirih Evelyn dan geraman-geraman gemas si negro.
Evelyn berpegangan pada tubuh gemuk itu ketika merasakan kedua kakinya melayang tidak dapat berpijak pada lantai kolam itu. Si negro mengangkat tubuh Evelyn sambil membenamkan kepalanya di antara belahan dadanya yang membuntal pada dan berwarna agak memar kemerahan karena sering diremas-remas dan dicubiti.
Evelyn mengangkat kepalanya ke atas sambil menatap langit yang semakin redup, kedua tangannya mengelus-ngelus kepala si negro yang rakus menyusu disusunya, bibir Evelyn tersenyum puas,matanya terpejam meresapi hisapan-hisapan si negro yang begitu rakus mengenyot-ngenyot susunya, mulut si negro berdecakan keras ketika menjilat dan mencumbui payudara Evelyn yang ranum, setelah puas mencumbui dada Evelyn si negro menurunkan tubuh mulus gadis itu sambil mengarahkan penisnya untuk menusuk jepitan Vagina Evelyn.
“Ohhhhhhhhh……. ” tubuh Evelyn mengejang ketika merasakan batang penis si negro menguakkan lingkarkan otot vaginanya. Penis itu begitu kasar menusuk-nusuk dengan kuat, nafas Evelyn kembali berdesahan dipacu oleh batang hitam yang besar dan panjang.
“Ahhhh, Owwww, Ahhhh Yeawwwww… Ouuuunnnhhhh…..too BIGGG NGAHAAAAA…!!” wajah evelyn mengernyit sambil mendesah keras dengan nikmat, si negro terus memacu batang penisnya mengocok-ngocok jepitan vagina Evelyn yang mungil dan sempit peret. Evelyn berkali-kali merintih merasakan kenikmatan itu menyiksa dirinya, cairan vaginanya dipaksa muncrat berkali-kali.
“Auhhhhh…, Kecreeetttt… crettttt…….” Evelyn meronta untuk melepaskan diri setelah dapat mengatasi sesuatu yang kembali muncrat berdenyutan dengan nikmat, gadis itu berenang berusaha menjauhi si negro, kini ia berada di tepian kolam dengan ketinggian air yang hanya mencapai bokongnya, ia lalu berusaha naik ke daratan, namun…
“He he he…not yet Shuangshuang….BYURRRRR…” si negro buru-buru menarik tubuh mulus yang hendak melarikan diri darinya.
“Ahhhh, enough, tou are too strong nigger!”
“But you like it don’t you…, let me get inside again” si negro merayu Evelyn, ditariknya pinggul gadis itu hingga menungging, ditekankannya punggung gadis itu hingga payudaranya menekan di pinggiran kolam.
“Come on Shuanshuang, say it, you like big strong nigger”
“Yesss, I like big strong nigger!!” Evelyn mengangkat pinggulnya setinggi yang ia sanggup, ia merintih kecil ketika merasakan sesuatu yang kelewat besar menekan belahan di selangkangannya.
“Annnhhhhhh….!! ” Evelyn menggigit bibirnya sebelah bawah ketika penis besar itu kembali memaksa masuk, tubuhnya tersentak-sentak dengan kuat, ia menelan ludah ketika sebatang penis milik si negro bergigi ompong teracung mendekati wajahnya, penis itu begitu gemuk sama seperti sosok tubuh si negro yang besar gemuk.
“Emmmmm… Mmmmmmmffffhhhh…. ” Evelyn benar-benar kewalahan ketika dua orang negro bertubuh gemuk itu menghantam batang penis mereka untuk merojok vagina dan mendeepthroatnya habis-habisan. Evelyn menjerit ketika si negro memindahkan penisnya untuk menyodomi lubang anusnya.
“ARrrrhhhhhh…, Ohhhhhhhh…., Ahhhhh YOU KILLING ME NIGGERRRRRAAAAAAAHHHWWWWW……!!” Evelyn merengek karena kewalahan disodomi oleh penis yang besar dan gemuk, tubuh mulusnya tersungkur-sungkur dengan keras. Evelyn menghisap kuat-kuat penis dihadapannya untuk melampiaskan rasa sakit yang menyiksa lubang anusnya yang sedang disodomi dengan brutal. Tubuhnya ditarik keluar dari dalam kolam, jantungnya berdebar-debar ketika dirinya disuruh menduduki batangan penis yang kelewat gemuk dan besar panjang.
“OOAWWWWW,,… HuuuuaaawwwwwwwwwwWWW.. AWWW ” penis yang gemuk dan besar itu mengobrak abrik belahan vaginanya yang mungil, belum juga ia sempat mengambil nafas sebatang penis menghantam lubang anusnya dari belakang.
“NGAHAKKKKK….. Ohhhhhhhhhhhhh…..!! ” Lengkap sudah penderitaan Evelyn, tubuh mulusnya ambruk dan kemudian terguncang-guncang dengan hebat diantara himpitan dua orang negro bertubuh gemuk yang menjepit dan menghujani Anus dan Vagina Evelyn dengan sodokan-sodokan mereka yang super maut.
“Ohhhh, Niggerrr, It’s Tooo BIGGGHH, Eraaahhhhhh… Ohhh.., Ohhhh…” jeritan kesakitan Evelyn berbaur dengan rintihan kenikmatannya ketika dua batang penis memacu tubuh mungilnya yang mulus, kedua orang negro bertubuh gemuk itu memaksanya agar dapat menerima dan merasakan kenikmatan sodokan-sodokan mereka yang mematikan dan mereka berdua berhasil dengan sukses. Akhirnya setelah mengalami penderitaan setengah mati kini Evelyn merasakan rasa nikmat setengah mati.
“YEAHH.. NIGGER..!! YEAHHH…!! OOO YEAHHHH… ” Evelyn mulai menggoyangkan pinggulnya menyambut sodokan-sodokan maut di lubang anus dan vaginanya. Ia menjerit-jernit semakin liar dan binal ketika dua orang negro lainnya kembali bergabung untuk meremasi susunya yang membutuhkan sentuhan kenikmatan,
“Crroottttt… Croooottttt… Ohhhh Niggerrrrrr………” Evelyn mendesah pasrah dengan tubuh yang masih terguncang hebat, disodok-sodok oleh dua batang penis yang besar dan gemuk.malampun semakin memanas sepanas api birahinya yang membara, hingga cairan vaginanya kembali bermuncratan tanpa daya.
“Ohhhhh, Niggerrrrr…fuck MEEE, YEahhhh fuck mee, OHHHH PLeaseeee…Moreeeee!!! ” Evelyn merengek-rengek dengan keras sambil menangis keenakan dan menjerit-jerit dengan nikmat, merasakan sodokan-sodokan super maut yang membuatnya melayang tinggi ke atas sebuah negri kenikmatan yang tanpa batas, setelah memaksa Evelyn muncrat berkali-kali mencapai puncak klimaks barulah kedua orang negro bertubuh gemuk itu menyemprotkan sperma mereka.
“Unnnhhhh…. Niggerrrr…. they’re both too strong and nasty…the fat nigger’s ” Evelyn mengeluh dan mengadu pada seorang negro yang sedang menindih tubuhnya kembali.
“That’s alright Shuangshuang, they’re sleeping right noww, just me and you… Psssttttt….don’t scream too loud baby!” Evelyn mengangguk sambil mengangkangkan dan menekuk kedua kakinya, terdengar suara helaan-helaan nafas beratnya ketika si negro menggigit-gigit payudaranya dengan gemas. Evelyn melemparkan senyumannya ketika merasakan tusukan kuat membelah vaginanya, dengan lembut si negro memacu batang penisnya,
“Your pussy hole is soo tight Shuangshuang” si negro memacu penisnya dengan teratur, tubuh hitam itu menindih tubuh mungil Evelyn dan menghempas-hempaskan batang penisnya.dengan lembut dan teratur, tubuh Evelyn menggeliat-geliat resah dibawah tindihan tubuh si negro yang menggenjotnya dengan lembut..
“Ahhhhhh… niggerrrrr…. Ohhhhh Crrrrr Crrrrtttttt…. ” mata Evelyn terpejam rapat sementara si negro masih asik menggeluti tubuh mungil mulus yang terkulai lemah tanpa daya, dimiringkannya tubuh Evelyn kemudian tangan si negro mengangkat tungkai kaki kanannya. Evelyn membuka matanya sedikit ia mendesah pelan ketika merasakan penis si negro menyodominya dengan lembut, setelah bosan dengan posisinya si negro merobah posisi permainannya dicekalnya dan dikangkangkannya kedua kaki Evelyn selebar-lebarnya.
“Unnnnhhhh…..!!” Evelyn melenguh pelan ketika merasakan tubuhnya tersentak akibat disodok oleh penis si negro kemudian tubuhnya mulai terguncang dengan teratur, mata si negro menatap tajam pada sepasang susu Evelyn yang terguncang dengan indah mata si negro melotot ketika Evelyn tersenyum manis sambil merentangkan kedua tangannya keatas..
“Shuangshuang you’re so cute…….” si negro semakin giat menggenjotkan penis besarnya, ada sebuah sensasi tersendiri bagi si negro ketika menyaksikan senyum kepuasan di wajah Evelyn. Dipercepatnya irama tusukan-tusukannya dan akhirnya “Crrruuutttt….”
Evelyn memeluk tubuh besar yang menindih tubuh mulusnya yang masih tersentak-sentak dengan kuat dobawah tindihan tubuh besar itu, si negro membenamkan kuku-kuku jarinya pada buah pantat Evelyn, sambil berdiri diangkatnya tubuh Evelyn, si negro berbisik ditelinga Evelyn.
Evelyn menggangguk sambil menjepitkan kedua kakinya pada pinggang si negro, sambil memacu penisnya si negro melangkah menjauhi kolam pemandian air panas itu. Evelyn mendekap tubuh si negro yang besar dan hangat.
Bunyi desiran angin terdengar bergemuruh, si negro menurunkan kemudian membalikan tubuh Evelyn, disuruhnya Evelyn merentangkan kedua tangannya ke samping mirip seperti seorang gadis di film Titanic, sementara penis si negro mengait vaginanya dari belakang, kedua tangannya meremas-remas payudara gadis itu.
“Ohhhh, Nigger…! I’m Flyingggg…. Ohhhhh…. HARDER NIGGERRR…”
“Plokkk.. plokkkkk.. plokkkkkk……”
“YEsss nigger YESSSHHHH……”
Si negro menusuk-nusukkan penisnya hingga Evelyn menjerit-jerit keenakan, sementara rintik-rintik air hujan semakin lebat dan deras, namun tampaknya hujan yang deras dan angin besar itu tidak sanggup untuk memadamkan, api birahi Evelyn.
“Ahhhhhhhhhhhhh…. NIGGERRRRRRR…….” Evelyn menjerit gemas keenakan merasakan sodokan-sodokan yang semakin kencang, kedua tangannya masih terentang ke samping seperti di sebuah film layar lebar “Titanic”., payudaranya diremas-remas dan digerayangi oleh si negro dari belakang, Evelyn menangis keenakan ketika si negro bersujud dan menjilati selangkangannya, didekapnya kepala si negro yang sedang melumat-lumat selangkangannya, mengait dan mencokel-cokel klitorisnya yang mungil, Evelyn memekik keras ketika merasakan bibir si negro mengemut-ngemut bibir caginanya.
“Ohhhh, Niggggerrrrr……Ahhhhhh.., YAHHHH, Ohhhhhhh….”
Di tengah hujan angin disertai bunyi geledek yang bersahutan Evelyn menaiki tubuh hitam yang terlentang keenakan ditindih oleh tubuh mulusnya yang ramping dan mungil. Kedua tangan Evelyn bertumpu pada bahu si negro, perlahan-lahan didudukinya penis hitam itu.
“Ohhhh… YEAHHH, come on girl, my wild EVELYN…, he he he” si negro meremasi susu Evelyn dan menarik-narik puting gadis itu. Tubuh Evelyn tersentak-sentak ke atas dengan kuat, karena sodokan-sodokan si negro yang terus menerus merojoki vaginanya. Ia merengek-rengek sampai menangis keenakan ketika penis besar itu bergerak semakin cepat.
“Ahhhh….. Niggerrrr, Mmmmmmhhh Crrrrrr Crrrrrrrrrrr.” si negro memeluk tubuh mulus yang ambruk menimpa tubuhnya, disodokkannya penis di selangkangannya kuat-kuat dengan cepat ditusukinya lubang nikmat di selangkangan Evelyn.
“Urrrhhhh….. Shuanggshuanggggg KECROOOOOOOTTTTTT…..”
***********************
Keesokan harinya
“TOLOOONGGGG…..Tolonggggg BROOOOO!!” Terdengar suara teriakan meminta tolong, para negro yang liar itu segera berhamburan keluar
“HAhhhh ?? Lu kenapa broooo?? ”
“Gua diperkosa Brooooo,,,, Aduhhhhh!!”
“Lohhhh bukannya enakkkk??”
Si negro yang meminta pertolongan menangis sesegukan, dengan hati sedih diceritakannya nasib para korban pemerkosaan itu yang tidak dapat melarikan diri.
“Jadi semua saudara-saudara kita? telahhh check-out dari dunia ini ??dan kita adalah negro terakhir di pulau ini???”
Tiba-tiba terdengar suara tawa cekikikan yang semakin keras, mata para negro itu melotot menatap tiga diva melompat dengan gagahnya.
“PRETTY…?? Mampus dahhh…!!! ”
“WADOWWWW…..OKI LUKMANN!!”
“OUHHH…!! OMASSSS…..”
Seperti dikomando para negro itu buru-buru mencegat sebuah becak yang ternyata dikemudiakan oleh Moreno dan di bangku penumpang ada papanya, Tinton Soeprapto. Ternyata mereka berdua sedang berusaha menyelamatkan dirinya. Mereka melempar tubuh keduanya dengan paksa. Moreno menjerit ketakutan ketika ditangkap oleh Oki Lukman
“ANJRITTT, MAMPUS GUAAAA!! PRETTT, AMPUNNN PRETTTT…NGAHAKKKK!!!” Moreno menjerit ketakutan ketika tubuh berlemak itu menindih dan menggeluti tubuhnya.
“PRATT…! PRETTT…! PRATTT..! PRETTTT…!! NGANGKANG YANG BENER!!” Pretty Asmara memelototinya dengan galak, dibentakknya Moreno yang kembali menjerit ngeri ketika Pretty Asmara membetot batang penisnya, terdengar teriakan-teriakan yang mengerikan mengguncang rimba belantara Black man Island.
Cerita Sex Kenikmatan di balik Kealiman dan Kemunafikan
“Wadoh kecil banget sih, masa playboy kaya lu tititnya cuma segede spidol, sini ihhh…ihhh, kok ga kerasa sih!” Oki Lukman merasa kesal karena penis Moreno yang kecil itu tidak terasa memasuki vaginanya.
“EEeehh…kalian mau apain anak saya? dia itu kan aset bangsa…aset bangsa!” seru Tinton seraya menghampiri mereka untuk menyelamatkan anaknya.
“Aset bangsa…aset bangsa apaan Oom? Pembalap bombomcar aja dibilang aset bangsa, udah sini oom…sama saya aja!” sahut Omas yang menarik kerah baju Tinton dari belakang dan mendorongnya sehingga tersungkur di tanah.
“Wahh…jangan Omas!!” jerit Tinton Soeprapto ketika Omas yang bibirnya seksi itu menerkamnya dan merobek-robek bajunya.
“AMPUUNNNNNN…. AWWWWW ADOWWWW NGADUHHH!!”Negro-negro itu bergidik ngeri menatap Moreno dan papanya dari kejauhan yang sidang digarap dengan liar oleh “TIGA DIVA”. Para negro terakhir yang selamat segera pelarikan diri dari “BLACKMAN ISLAND”
TAMAT


